Menko PMK Kenang Pidato Soekarno yang Menggetarkan Dunia di Markas PBB

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 30 September 2021 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 337 2479246 menko-pmk-kenang-pidato-soekarno-yang-menggetarkan-dunia-di-markas-pbb-jgMtv4sinM.jpg Bung Karno saat berpidato (Foto: Istimewa)

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengenang pidato Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang menggetarkan dunia di Markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada 30 September 1960 silam.

Menurut Muhadjir, pidato Bung Karno di forum dunia itu menjadi momentum bersejarah yang terus dikenang hingga saat ini. Kehadiran Bung Karno di Markas PBB tidak hanya mengatasnamakan Presiden RI, tetapi juga mewakili rintihan bangsa-bangsa yang sedang dijajah oleh kekuatan kolonialisme dan imperialisme. Karenanya Bung Karno tidak hanya pemimpin nasional, tetapi juga dunia.

"Bung Karno bukan hanya pemimpin Indonesia, tapi juga pemimpin dunia dan beliau bukan hanya pemimpin, tetapi juga pelopor untuk memnuka era perjalanan dunia baru," ujar Muhadjir dalam webinar 'Peringatan 61 Tahun Pidato Bung Karno di PBB' yang digelar PP Bamusi, Kamis (30/9/2021).

Muhadjir menyebut Bung Karno lantang menentang dominasi negara yang terus menggelorakan imperialisme dan kolonialisme. Proklamator RI itu juga memperkenalkan istilah neokolonialisme atau kolonialisme gaya baru yang mesti ditentang keberadaannya. Muhadjir menganggap pidato Bung Karno di Markas PBB 1960 masih relevan hingga saat ini.

"Dalam rangka menggelorakan pidato dan ruh semangat jihad dari Bung Karno ketika pidato di Majelis Umum PBB 1960 itu, tetap masih relevan untuk saat saat ini," ucap Ketua PP Muhammadiyah itu.

Muhadjir juga mengungkapkan Bung Karno adalah pelopor gerakan non blok di forum dunia itu. Bung Karno tidak ingin berpihak ke salah satu blok yang terlibat pertikaian yakni blok barat dan timur. Gerakan non blok ini diharapkan menjadi kekuatan baru dunia yang diperhitungkan.

"Berkat kepemimpinan Bung Karno terutama ketika menyampaikan pidatonya di depan Majelis Umum PBB sehingga pemimpin bangsa lain yakin (gerakan) non blok ink bisa diwujudkan. Bung Karno berani mendobrak kebuntuan akibat tekanan dari dua blok besar, barat dan timur yang tidak menghendaki hadirnya blok baru. Bung Karno mendobrak kemacetan diplomasi," tutur Muhadjir.

Ketua PP Bamusi, Yayan Sopyani Al Hadi menyebut Menko PMK Muhadjir Effendy sebagai seorang Soekarnois. Pasalnya, kecintaan Muhadjir Effendy kepada Bung Karno begitu lekat. "Pak Muhadjir ini Menko yang sangat sering ziarah ke makam Bung Karno dan rutin ziarah ke makan almarhum Taufiq Kiemas boleh dikatakan beliau adalah seorang Soekarnois," tuturnya.

Sebagai informasi, pidato Bung Karno di Markas PBB pada 1960 menggemparkan dunia. Pidato berjudul 'To Build The World A New' yang berarti membangun dunia kembali itu berhasil membuat takjub para pemimpin internasional.

Dalam pidato itu, Soekarno menginginkan kedamaian antarsesama manusia sebagaimana termaktub dalam Alquran dan Injil. Soekarno mengkritik praktik penjajahan, kolonialisme, imperialisme dalam pidatonya. Ia juga meyakini para pemimpin dunia bahwa Pancasila dapat menjadi ideologi yang mempersatukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini