Share

Menengok Museum Pengkhianatan PKI, Sarat Sejarah Peristiwa G30S

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Kamis 30 September 2021 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 337 2478846 menengok-museum-pengkhianatan-pki-sarat-sejarah-peristiwa-g30s-25VqhBG3pL.jpg Museum Pengkhianatan PKI. (Foto: Helmi Saputra)

MUSEUM Pengkhianatan PKI yang masih termasuk dalam kompleks Museum Lubang Buaya adalah sebuah tempat yang menceritakan sejarah pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Museum ini terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Museum Pengkhianatan PKI berisi sejarah pemberontakan PKI yang mempunyai tujuan menggantikan negara Indonesia landasan negara Pancasila menjadi negara komunis.

Museum Lubang Buaya menggambarkan peristiwa pemberontakan besar PKI kedua yang terkenal dengan nama Gerakan 30 September atau G30S PKI setelah pemberontakan Musso di Madiun pada tahun 1948.

Sebelum menjadi sebuah museum sejarah, tempat ini merupakan tanah atau kebun kosong yang menjadi sebagai tempat pembuangan terakhir para korban G30S PKI.

Di daerah kebun kosong itu terdapat sebuah lubang sumur tua sedalam 12 meter yang digunakan untuk membuang jenazah para korban G30S PKI. Sumur tua itu berdiameter 75 cm.

Baca juga: Francisca Fanggidaej, Pejuang yang Dihapus dari Sejarah Oleh Orde Baru karena G30S PKI

Di dalam museum terdapat koleksi foto Pemberontakan PKI, pengangkatan jenazah 7 pahlawan revolusi, pakaian asli para pahlawan revolusi dan beberapa diorama yang menceritakan tentang Pemberontakan PKI di berbagai daerah di Indonesia.

Di Museum Lubang Buaya juga terdapat Monumen Pancasila Sakti yang dibangun atas gagasan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Monumen ini dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para pahlawan revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia dari ancaman komunis.

Dalam monumen Pancasila tersebut terdapat patung Pancasila dan keenam pahlawan revolusi tersebut antara lain : Panglima Tingkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI DI Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, dan Jenderal TNI A.H. Nasution.

Museum Lubang Buaya adalah saksi bisu atas peristiwa penculikan dan pembunuhan terhadap 6 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI.

Keenam jenderal di atas beserta Lettu Pierre Tendean kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Sejak berlakunya UU Nomor 20 tahun 2009, gelar ini juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini