Heboh Pria Pamer Kelamin di Gianyar Bali, Berikut 5 Faktanya

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Rabu 29 September 2021 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 337 2478805 heboh-pria-pamer-kelamin-di-gianyar-bali-berikut-5-faktanya-8TM4YCZTFy.jpg Pria terekam pamer kelamin di Gianyar. (Foto: Istimewa)

BALI - Tindakan asusila yang dilakukan oleh seorang pria di Gianyar, Bali, viral di media sosial. Pria tersebut memamerkan kelaminnya di depan banyak orang pada Selasa (28/9/2021) sore.

Polisi kini terus memburu pelaku eksibisionis tersebut. Berikut adalah fakta-faktanya:

1. Viral di Media Sosial

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pria pelaku eksibisionis itu diketahui berkat videonya yang viral di media sosial. Kapolsek Bali juga sudah menonton video tersebut.

"Saya sudah lihat videonya di medos. Anggota sedang mencari keberadaan pelaku," kata Kapolsek Sukawati AKP I Made Ariawan, Rabu.

2. Beraksi Depan Minimarket

Dari penelusuran anggotanya, Ariawan menjelaskan aksi eksibisionis itu dilakukan pelaku di depan minimarket Jalan Batuyang, tepatnya di belakang terminal Batubulan, Selasa (28/9) sore.

Dalam video, pelaku memamerkan alat kelaminnya sambil duduk di atas motor sambil menelepon. Setelah diteriaki seorang perempuan sebagai perekam video, pria yang mengenakan celana pendek itu langsung kabur.

Baca juga: 5 Fakta Pria Pamer Kemaluan di Malang Siang Bolong, Ini Temuan Polisi

3. Belum Ada Laporan Warga

Ariawan mengatakan hingga kini belum ada laporan terutama dari warga yang merekam aksi tak senonoh itu. Meski demikian, upaya penelusuran dilakukan karena aksi itu bisa berdampak pada keresahan warga.

Dia meminta masyarakat berhati-hati dengan orang yang punya kelainan seksual.

"Jika misalnya pelaku menunjukkan barang itu lalu mengejar, tentu kita akan tindak," ujarnya.

4. Ancaman Penjara

Secara umum pelaku asusila atau pelaku mesum ditempat umum dapat dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 281 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman pidana, berupa pidana penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya empat ribu lima ratus rupiah, atau jika dikonversi menjadi 4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini