5 Fakta Korban Penembakan di Tangerang, Dikira Ustadz Ternyata Paranormal Diduga Pemerkosa

Mohammad Adrianto S, Okezone · Rabu 29 September 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 337 2478776 5-fakta-korban-penembakan-di-tangerang-dikira-ustadz-ternyata-paranormal-diduga-pemerkosa-BLPSqESzaX.jpeg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Terjadi penembakan terhadap seorang yang sempat dikira ustadz bernama Marwan alias Alex di Tangerang, Kamis (23/09/21). Namun setelah ditelusuri, terdapat beberapa fakta yang tidak sesuai mengenai peristiwa ini.

Berikut rangkuman fakta mengenai kejadian penembakan ini:

1. Bukan Ustadz

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan bahwa Alex bukanlah seorang ustadz, melainkan paranormal.

Tubagus Ade menjelaskan, korban pembunuhan Alex merupakan paranormal yang juga tergabung di majelis taklim. Tetapi, di sana korban sama sekali tidak mengajarkan ngaji.

"Saya tekankan di sini, korban adalah paranormal. Korban tidak mengajar mengaji," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

2. Tetapkan 3 Tersangka

Sejauh ini, Polda Metro Jaya baru berhasil menangkap 3 dari 4 orang tersangka pelaku penembakan Alex. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, semua pelaku penembakan yang diamankan mempunyai peranan masing-masing dalam menjalankan tugas.

"4 orang tersangka dalam kasus tersebut. Yang ditangkap 3 orang," kata Yusri di Polda Metro Jaya.

3. Dendam karena Perkosa Istri

Yunus mengatakan, empat orang tersangka dalam kasus tersebut berinisial M, K, S dan satu orang DPO berinisial Y. Tersangka M adalah dalang di balik kasus penembakan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, M nekat menghabisi korban karena memiliki dendam karena Alex diduga pernah memperkosa istrinya.

Baca juga: Kasus Penembakan Paranormal di Tangerang, Pelaku Kesal Istrinya Pernah Disetubuhi Korban

"Rasa dendam ini karena ada dugaan memang kejadian tahun 2010 lalu saat istri tersangka M ini berobat kepada korban yang sebagai paranormal memasang susuk. Yang terjadi korban menyetubuhi," ujar Yusri.

4. Dibayar 50 Juta

Dari pengakuan tersangka K, para pelaku melakukan pembunuhan karena mendapat bayaran sebesar 50 juta dari penghubung berinisial Y yang saat ini masih menjadi DPO.

"Dibayar dalam dua tahap, Rp50 juta untuk eksekutor dan joki, Rp10 juta untuk penghubung yang saat ini DPO," kata Yusri.

Tetapi, pembayaran tidak sepenuhnya dilakukan secara tunai, karena M memberikan ponsel kepada eksekutor dan joki.

"Pertama cash Rp35 juta sisa dengan membelikan handphone jadi total Rp60 juta," lanjut Yusri.

5. Masih Buru DPO

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengejar pelaku lain, Y, yang saat ini berstatus sebagai DPO. Y sendiri berperan sebagai penghubung untuk mencari eksekutor.

"DPO Y perannya penghubung untuk mencari eksekutor. Bayaran keluar Rp60 juta, Rp50 untuk eksekutor dan Rp10 untuk penghubung," ungkap Yusri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini