Share

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Kriminolog: Biasanya Pelaku Sudah Dikenali Korban

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Rabu 29 September 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 337 2478574 pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-kriminolog-biasanya-pelaku-sudah-dikenali-korban-xcdabwXnZG.jpg TKP pembunuhan ibu-anak di Subang (Foto: iNews)

BANDUNG - Lebih dari satu bulan sejak pertama kali Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan tewas mengenaskan, polisi belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis ibu dan anak di Kabupaten Subang itu.

Berbagai upaya pun telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga memeriksa puluhan kamera pengawas (CCTV) yang diduga menyimpan keterangan terkait siapa aktor pembunuh di balik peristiwa itu.

Bahkan, kasus yang menyita perhatian publik ini mendapatkan atensi besar dari pihak kepolisian. Hal itu ditandai dengan terjunnya jajaran polisi dari Polda Jabar hingga Polri yang berupaya keras membantu Polres Subang dalam pengungkapan kasus tersebut.

Meski begitu, hingga saat ini, polisi belum menyatakan pelaku pembunuhan maupun otak pembunuhan tersebut hingga membuat publik semakin bertanya-tanya. Bahkan, kasus yang terkatung-katung itu juga membuat pihak keluarga korban kini saling curiga.

Baca Juga: Pembunuhan Keji di Subang, Anak Istri Muda Yosef Dituding Anggota Gengster

Kriminolog dari FISIP Universitas Indonesia (UI), Iqrak Sulhin pun angkat bicara mengenai lamanya pengungkapan kasus tersebut. Dia mengatakan, pembunuhan umumnya disebabkan oleh masalah di dalam relasi interpersonal.

"Seperti adanya sakit hati, dendam, hutang piutang, atau dampak dari bully. Itulah mengapa dalam pembunuhan pelaku cenderung merupakan seseorang yang dikenal oleh korban. Jarang pembunuhan dilakukan oleh orang asing," ungkap Iqrak melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (28/9/2021).

Menurut Iqrak, adapun pembunuhan oleh orang asing lebih merupakan ekses dari kejahatan lain, seperti perampokan. Pembunuhan bisa disebabkan karena pelaku ketahuan atau korban melakukan perlawanan dan pelaku kemudian melakukan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa.

"Di dalam pengungkapan pembunuhan, polisi biasanya akan mengembangkan teori bahwa pelaku adalah mereka-mereka yang ada dalam lingkup interaksi korban," sebutnya.

Lebih lanjut Iqrak mengatakan, terdapat dua hal yang akan dicari polisi di dalam pengungkapan kasus kejahatan, termasuk pembunuhan ibu dan anak ini. Pertama motif dan kedua bukti atau petunjuk.

"Motif biasanya ditemukan dalam riwayat komunikasi, seperti sms, chat di media sosial, atau status postingan di media sosial pelaku. Untuk mengetahui motif, riwayat komunikasi itu harus ditemukan," jelasnya.

"Kedua adalah bukti atau petunjuk. Bukti bisa berupa rekaman CCTV atau yang lebih saintifik seperti jejak DNA," sambung dia.

Disinggung penyebab kasus pembunuhan tersebut tak kunjung terungkap, meski sudah memakan waktu cukup lama, Iqrak menegaskan bahwa pengungkapan yang masih belum tuntas dapat disebabkan karena motif belum ditemukan dan bukti atau pentunjuk masih belum jelas.

"Saya kira, sikap hati-hati kepolisian justru perlu dihargai. Tidak boleh tergesa-gesa bila bukti atau petunjuk masih belum jelas. Jangan sampai menyangka seseorang atas dasar bukti atau petunjuk yang belum jelas Publik perlu bersabar, demikian pula keluarga," tuturnya.

Iqrak juga menyatakan bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna dan setiap kejahatan selalu meninggalkan jejak. Namun, kata Iqrak, hanya perlu waktu untuk mengungkap kasus tersebut.

"Pembunuhan adalah tipologi kejahatan yang rasio pengungkapannya tinggi," tandasnya.

Diketahui, Warga Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang digegerkan penemuan mayat ibu dan anak di dalam bagasi mobil di rumahnya, Rabu (18/8/2021).

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi kejadian. Polisi yang datang ke TKP langsung menuju mobil Alphard tempat ditemukannya korban.

Saat bagasi mobil dibuka, ternyata di dalamnya terdapat dua korban yang merupakan ibu dan anak perempuannya dengan kondisi tak berbusana dan luka parah di bagian kepala.

Keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian pun histeris saat polisi mengevakuasi kedua korban. Kedua korban tersebut, yaitu Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini