Tim Tabur Kejagung Tangkap Buronan di Tangsel

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 28 September 2021 23:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 337 2478369 tim-tabur-kejagung-tangkap-buronan-di-tangsel-rcbYahbLHS.jpg Illustrasi (foto: freepick)

JAKARTA - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat berhasil mengamankan buronan atas nama Harianto Brasali (54), Selasa (28/9/2021), sekira pukul 17.15 WIB. Harianto Brasali merupakan terpidana terkait kasus korupsi pada PT Bank Mandiri Cabang Prapanca, Jakarta Pusat.

"Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat berhasil mengamankan buronan tindak pidana korupsi pada PT Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat yang merupakan buronan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simajuntak melalui pesan singkatnya, Selasa (28/9/2021)

Baca juga: Tim Gabungan Tangkap Buronan Kasus Korupsi Jalan Tebo Jambi di Kramat Jati Jakarta Timur

Harianto Brasali ditangkap oleh tim Tabur Kejaksaan di Cluster Gunung Raya Kavling 17, Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Harianto diamankan karena mangkir alias tidak hadir memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

"Oleh karenanya, kemudian yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerjasama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung, dan selanjutnya akan dilaksanakan eksekusi," beber Leonard.

Baca juga: Pangeran Batara Buronan Korupsi Peningkatan Jalan Pondok Rangon Ditangkap

Sekadar informasi, Harianto Brasali dkk pada 14 Februari 2002, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2002, bertempat di Kantor PT Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat secara bersama-sama dinyatakan telah melakukan tindak pidana korupsi.

Atas tindakannya, Harianto secara bersama-sama terbukti telah merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp120 miliar atau sekira jumlah tersebut.

Berdasarkan Putusan MA RI Nomor : 1558K/PID/2005 tanggal 27 Maret 2006, Harianto dinyatakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp.300.000.000, dan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan," beber Leonard.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini