12 Ribu Jamaah dari 10 Negara Sudah Jalankan Ibadah Umrah

Widya Michella, MNC Media · Selasa 28 September 2021 22:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 337 2478352 12-ribu-dari-10-negara-jamaah-sudah-jalankan-ibadah-umrah-QXaoNXA5Sf.jpg Ilustrasi (Foto : AFP)

JAKARTA - Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menyampaikan ibadah umrah telah dibuka sejak Agustus 2021. Hingga kini, sebanyak 12 ribu jamaah dari 10 negara telah melaksanakan umrah ke tanah suci menggunakan vaksin yang diakui Arab Saudi yaitu Pfizer, Astrazeneca, Moderna, dan Johnson and Johnson.

Sebanyak 12 ribu jamaah berasal dari 10 negara yaitu: Irak, Nigeria, Sudan, Jordan, Senegal, Bangladesh, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Uni Emirat Arab. Sehingga penggunaan vaksin booster hingga kini menurutnya belum ada.

“Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang saya peroleh, belum ada jamaah yang memakai vaksin booster artinya, semua menggunakan vaksin yang juga di gunakan di Arab Saudi. Bangladesh infonya hanya memberangkatkan jemaah yang menggunakan vaksin seperti yang digunakan oleh Arab Saudi,"ucap Endang demikian dikutip pada laman resmi Kemenag, Selasa,(28/09/2021).

Pada rapat virtual tentang persiapan penyelenggaraan ibadah umrah dengan Tim Kemenag, Kemenkes, Kominfo, dan PT Telkom, Endang menjelaskan bagi jemaah yang telah mendapatkan dua kali vaksin dengan vaksin yang diakui Arab Saudi, atau dua kali vaksin plus booster, tidak perlu menjalani karantina saat tiba di Jeddah atau Madinah.

Baca Juga : Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jamaah Umrah Indonesia Bisa ke Tanah Suci

Mereka pun dapat langsung menjalankan ibadah. Namun untuk jemaah yang baru mendapatkan satu kali vaksin tetap diharuskan menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama empat hari.

“Selama di Makkah dan Madinah, jemaah mendapat kesempatan sekali menjalakan umrah, dan sekali salat di Raudah. Adapun untuk Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, itu bisa dilakukan setiap waktu,”jelasnya.

Sementara itu, Kemenag dan Kemenkes turut membahas pemanfaatan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga termasuk apakah dimungkinkan dengan skema berbayar.

“Jika memang harus menggunakan booster, dan bagaimana skema pemanfaatannya, ini tentunya memerlukan kebijakan. Ini akan kami konsultasikan di level pimpinan masing-masing kementerian,"ucap Sesditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Ramadhan Harisman.

“Kami mengajak Kemenkes dan Kemenlu untuk bersinergi dalam upaya diplomasi, agar jemaah yang sudah vaksin dengan dua dosis lengkap tidak perlu lagi menggunakan booster,”imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini