Pesan Ketua KPK ke Parpol : Apapun Politiknya, Harus Politik Integritas

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 28 September 2021 22:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 337 2478350 pesan-ketua-kpk-ke-parpol-apapun-politiknya-harus-politik-integritas-rxXRTL5pyc.jpg Ketua KPK, Firli Bahuri (foto: istimewa)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan pesan khusus kepada pimpinan ataupun perwakilan Partai Politik (Parpol) soal politik integritas. Ditekankan Firl, apapun dasar serta warna politiknya, parpol wajib menerapkan politik berintegritas untuk mewujudkan tujuan nasional.

Demikian diungkapkan Firli saat membuka sosialisasi Politik Cerdas Berintegritas (PCB) di hadapan pimpinan dan perwakilan 11 partai politik tingkat kabupaten atau kota di Kantor Gubernur Jambi. Adapun, 11 partai politik tersebut yakni, PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, Nasdem, PKS, PPP, PAN, Demokrat, Perindo, dan Berkarya.

"Apapun politik yang rekan-rekan jalankan, perlu untuk memiliki politik yang berintegritas," ucap Firli di hadapan pimpinan dan perwakilan 11 parpol, Selasa (28/9/2021).

Baca juga:  Mahfud MD: Partai Politik Masih Diperlukan Sebagai Kontrol Kekuasaan

Firli menjelaskan, pentingnya menjaga politik integritas. Sebab, sebagai anak bangsa, parpol tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab untuk turut serta dalam mewujudkan tujuan nasional. Ia tak perduli apapun warna politiknya, terpenting tetap satu tujuan untuk Indonesia.

"Saya titip mau pakai baju warna apa pun, hijau, merah, kuning, biru atau lainnya, status kita sebagai anak bangsa tetap satu tujuan negara untuk membangun jiwa dan badannya untuk Indonesia,” ujar Firli.

Baca juga:  Jokowi Bertemu 5 Parpol Koalisi Non-Parlemen

Untuk mencapai tujuan, sambung Firli, maka setiap orang membutuhkan politik. Firli mendefinisikan politik secara sederhana sebagai sebuah upaya untuk menemukan, mendapatkan, mengembangkan dan memelihara kekuasaan.

Menurutnya, tidak ada orang yang mencapai tujuan tertentu tanpa politik. Pun demikian dengan eksekutif dan legislatif dalam menjalankan tugas dan fungsinya mewujudkan tujuan negara. Karenanya, ia meminta kepada para politikus yang hadir untuk mengevaluasi sejauh mana perannya dalam mendorong kemajuan masyarakat di Jambi.

"Kemarin saya sampaikan tujuh indikator kesejahteraan umum. Ketujuh indikator tersebut merupakan andil semua pihak dan kerja keras semua rekan yang duduk di legislatif dan eksekutif," ucapnya.

Adapun, tujuh indikator kesejahteraan umum tersebut, yaitu persentase angka kemiskinan, pengangguran, kematian ibu melahirkan, kematian bayi, indeks pembangunan manusia, pendapatan perkapita, dan angka genio ratio.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini