Latihan Tanggap Krisis AS-Indonesia Berakhir, Ini Hasilnya

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 28 September 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 337 2478174 latihan-tanggap-krisis-as-indonesia-berakhir-ini-hasilnya-iONVFBceMq.jpg foto: istimewa

JAKARTA – Komando Indo-Pasifik AS (USINDOPACOM) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) selesai menggelar Latihan Gabungan GEMA BHAKTI 21 (GB21) pada hari ini, Selasa (28/9/2021).

Latian gabungan ini dirancang untuk meningkatkan perencanaan dan proses gabungan di level staf operasional dalam merespons krisis. Kemudian meningkatkan hubungan militer yang positif antarnegara, menjamin keamanan dan stabilitas di kawasan, meningkatkan pemahaman budaya, serta menambah kemampuan komando dan kontrol.

Latihan dengan mengusung tema GEMA BHAKTI yang berarti gema perbuatan baik itu telah dilakukan sembilan kali, di mana USINDOPACOM dan TNI membuat perencanaan untuk sebuah skenario yang melibatkan pasukan militer AS (dari angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan Marinir serta mitra-mitra mereka dari TNI), serta dari komunitas sipil dan kemanusiaan, seperti Program Pangan Dunia PBB, Kantor USAID untuk Bantuan Bencana Asing, dan palang merah.

Sekitar 40 personel dari USINDOPACOM dan Antar-Lembaga AS, 30 personel TNI, dan perwakilan tambahan dari organisasi non-militer ikut ambil bagian dalam latihan. Sekitar 20 anggota Garda Nasional Hawaii mendukung iterasi GB21 ini, berkolaborasi dengan TNI pada lokakarya desain operasional pendahulu.

Baca juga: Aksi Prajurit Kostrad dengan US Army Berhasil 'Lumpuhkan' Musuh

“Latihan tahun ini menyegarkan kembali hubungan antara TNI dan militer AS, terutama di tengah pandemi Covid dan semua mitigasi yang diterapkan,” kata Wakil Ajudan Jenderal Garda Nasional Hawaii Brig. Jend. Stephen F. Logan.

Baca juga: Latihan Gabungan TNI Diawali Doa Bersama untuk BJ Habibie

“Pengalaman yang diperoleh selama latihan di atas meja yang berfokus pada transfer dari penegakan perdamaian ke pemeliharaan perdamaian sangat tidak ternilai. Dalam sembilan tahun terakhir, Latihan GEMA BHAKTI telah berkembang dan meningkat dalam kompleksitasnya. GEMA BHAKTI menggabungkan latihan staf dengan berbagai skenario,” imbuhnya.

Latihan tahun ini melibatkan negara fiksi yang mengalami ketidakstabilan di wilayah perbatasannya yang juga membuat negara-negara sekitarnya tidak stabil. Adapun variabel skenario diambil dari peristiwa bersejarah di dunia nyata.

Latihan ini berfokus pada perencanaan dan koordinasi yang terkait dengan Operasi Penegakan Perdamaian dan Operasi Pemeliharaan Perdamaian, termasuk Keamanan Laut (MARSEC), penanggulangan ancaman transnasional, dan Bantuan Kemanusiaan/Tanggap Bencana (HA/DR).

Baca juga: Kisah Haru David Fatoni, Anak Tukang Pijit yang Gagal Secaba Malah Lulus Akmil

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini