7 Fakta Terbaru Tewasnya Ibu-Anak di Subang, Pengakuan Mimin hingga Anaknya Dituding Gangster

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Selasa 28 September 2021 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 337 2478040 7-fakta-terbaru-tewasnya-ibu-anak-di-subang-pengakuan-mimin-hingga-anaknya-dituding-gangster-Kh4nwbOnTq.jpg Mimin dan anaknya, Arigi. (Foto: MNC Portal)

SUBANG – Kasus pembunuhan ibu dan anak belum juga terungkap. Terhitung sudah 40 hari pihak kepolisian belum juga menetapkan dalang pembunuhan. Polisi masih kesulitan untuk dapat mengungkap siapa pelaku pembunuhan ibu dan anak ini.

Padahal, sejumlah saksi sudah diperiksa untuk menguak misteri pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan anak gadisnya, Amelia Mustika Ratu (23) yang ditemukan tanpa busana dalam bagasi mobil Alphard, 18 Agustus 2021.

Akibatnya, isu liar di masyarakat tentang spekulasi siapa pelaku pembunuhan terus muncul. Hingga kini masih terus dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Berikut adalah fakta terbaru dari kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang:

1. Sudah 40 Hari

Pihak keluarga menggelar pengajian 40 hari meninggalnya Tuti Suhartini dan Amalia, pada Senin (27/9/2021) malam. Dalam acara pengajian itu, pihak keluarga meminta doa kepada masyarakat agar kasus ini segera terungkap.

Acara pengajian itu digelar di rumah Lilis, kakak kandung Tuti, di Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Subang. Acara pengajian itu dihadiri puluhan warga.

Anak dari Tuti, Yoris Raja Amarullah, berharap pelaku dapat segera tertangkap dan dihukum mati. Yoris juga meminta masyarakat untuk tetap mendukung dan mendoakan almarhumah serta mendoakan agar pelaku segera tertangkap.

Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak Tanpa Busana di Subang, Pacar Amelia Ungkap Fakta Mengejutkan

2. Ada Konflik Antara Amalia dan Ayahnya

Baru-baru ini Yoris Raja Amarullah, anak Tuti Suhartini dan juga kakak dari Amalia Mustika Ratu mengungkapkan bahwa Yosef Hidayah ayahnya, pernah konflik besar dengan kedua korban.

Saat itu yosef ingin dibelikan sepeda motor Nmax, namun Amalia yang memegang keuangan yayasan menolak dengan alasan uang yang ada khawatir dibutuhkan untuk keperluan yayasan.

Yosef yang kecewa mengeluh ke ibunya yang tidak lain nenek Amalia. Ibunda yosef pun langsung memarahi cucunya yaitu Amalia hingga konflik besar terjadi.

Menurut yoris, saat itu ibu dan adiknya menghubunginya sambil menangis karena dimarahi oleh neneknya.

Akhirnya Amalia pun membelikan motor Nmax tersebut meskipun tetap dikuasai oleh Amalia. "Sesekali dipakai oleh papa untuk bermain golf," jelas Yoris.

3. Istri Muda Bantah Meneror Korban

Istri muda Yosef Hidayah, Mimin Mintarsih menegaskan dirinya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amelia Mustika Ratu (23), di Jalancagak, Subang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Mimin pun menegaskan, dirinya tidak pernah terjadi konflik apapun kepada kedua korban. Karena itu, tudingan terhadap dirinya yang menyebutkan pernah meneror korban Tuti, sangat tidak benar.

"Saya tidak pernah teror, apa, enggak. Selama enam tahun (sejak menikah dengan Yosef), saya tidak punya nomor Amel, mamahnya (almarhumah Tuti), Yoris, gak ada. Jadi gak ada teror-teror itu. Gak ada," kata Mimin ditemani anak pertamanya Arigi dan anak kedua, serta tiga pengacara usai ziarah ke makam korban Tuti dan Amelia di Tempat Permakaman Umum (TPU) Istuning, Desa Jalancagak.

"Saya tidak pernah teror, apa, enggak. Selama enam tahun (sejak menikah dengan Yosef), saya tidak punya nomor Amel, mamahnya (almarhumah Tuti), Yoris, gak ada. Jadi gak ada teror-teror itu. Gak ada," kata Mimin ditemani anak pertamanya Arigi dan anak kedua, serta tiga pengacara.

Mimin pun bersumpah tidak terlibat sama sekali dalam kasus pembunuhan Tuti dan Ameli. Bahkan tidak pernah terbesit dalam pikirannya sedikitpun untuk melakukan tindakan keji tersebut.

4. Anak Istri Muda Bantah Anggota Gangster

Salah satu tudingan mengarah ke anak pertama Mimin, yang bernama Arigi. Ia dituding salah satu anggota geng motor Moonraker yang dikenal gengster.

"Gak ada. saya gak pernah gabung gangster. Gak pernah masuk geng-geng kaya gitu," kata Arigi bersama ibu dan adiknya, sesuai ziarah ke makam korban Tuti dan Amelia di Tempat Permakaman Umum (TPU) Istuning, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.

Dengan sikap tenang dan nada suara datar, Arigi mengatakan, mungkin tudingan itu muncul lantaran dirinya pernah ikut kejuaraan roadrace di Kabupaten Purwakarta pada 2014 silam. Kebetulan panitia dan penyelenggara kegiatan tersebut, kata Arigi, adalah Moonraker.

Diketahui, dulu Moonraker dikenal sebagai geng motor atau gangster. Namun saat ini Moonraker telah berubah menjadi organisasi kepemudaan yang menekuni bidang otomotif.

"Itu kan ada acara roadrace yaah. Yang bikin acaranya itu Moonraker. Jadi di lokasi acara ada nama Moonraker karena memang acaranya Moonraker Cup. Waktu 2014, udah lama, di Purwakarta," kata Arigi. Jadi tuduhan Arigi pernah menjadi anggota geng motor atau gengster tidak benar? "Tidak benar. Saya tidak pernah masuk geng-geng kaya gitu," ujarnya.

5. Korban Pernah Sumpah Serapah

Korban pembunuhan Tuti Suhartini pernah mengeluarkansumpah serapah. Hal tersebut utarakan anak pertama Tuti, Yoris (34). Menurutnya, almarhumah ibunya Tuti pernah berujar, bahwa mobil Alphard tidak akan bisa berjalan jika digunakan oleh orang lain.

"Memang dulu pernah dari mamah itu sendiri, ada sumpah serapah yang diucapkan mamah, jadi si mobil Alphard itu dipakai sama orang lain itu mobil pasti diam tidak akan bisa digunakan," ujar Yoris, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, ibunya tidak pernah memperbolehkan orang lain untuk memakai mobil berkelir hitam tersebut, karena tidak mau digunakan oleh Mimin, istri muda suaminya, Yosef (55).

"Memang mobil itu enggak mau dipinjamkan atau dipakai sama Mimin, sebenernya sih itu," pungkasnya.

6. Yosef Dimusuhi Anak hingga Pisah Ranjang

Yosef diperiksa bersama Mimin Mintarsih, istri mudanya di Polres Subang. Pemeriksaan pada Kamis malam (23/9/2021) itu merupakan yang ke-12 kalinya. Meski demikian, polisi masih kesulitan untuk mengungkap kasus ini.

Kasus pembunuhan ini membuat hidup Yosef berubah drastis. Selain harus kehilangan istri dan anaknya karena dibunuh, Yosef juga dijauhi anak sulungnya dan keluarganya. Bahkan, dia harus pisah ranjang dengan istri muda, Mimin.

Pisah ranjangnya Mimin dan Yosef ini terjadi sejak hari pertama terkuaknya kasus pembunuhan Tuti dan Amalia.

"Sudah tidak komunikasi. Sudah dari pertama dia berangkat hari Rabu (18 Agustus) jam 07.00-an. Dia belum pernah ke sini lagi. Enggak ada komunikasi," ujar istri muda Yosef, Mimin.

"Semenjak kejadian pada tanggal 18 Agustus itu, Bu Mimin tinggal di rumahnya yang berada di Serang Panjang dengan kedua anaknya, sedangkan Pak Yosef tinggal di rumah adiknya," tambah Fajar Sidik, pengacara Mimin.

Selain itu, retaknya hubungan Yosef dan Yoris semakin menjadi seiring dengan penyelidikan kasus ini. Bahkan, hubungannya kini tak lagi seperti ayah dan anak. "Pada beberapa kesempatan, hubungan Yoris dengan Pak Yosef sudah tidak menunjukan layaknya hubungan anak dan ayah," tutup Rohman.

7. Sempat Ditemukan Sidik Jari

Sebelumnya dikabarkan sidik jari dan bercak darah milik salah seorang kerabat korban bernama Danu ditemukan pada sebuah puntung rokok yang ada di dalam rumah korban. Hal ini berdasarkan hasil olah TKP penyidik menemukan puntung rokok dengan berbagai merek.

Tak hanya itu, penyidik juga menemukan sebuah helm berwarna kuning. Hingga akhirnya kembali melakukan pemeriksaan terhadap kerabat dan keluarga korban tersebut termasuk Danu.

Diketahui, Danu atau Muhammad Ramdanu atau adalah sepupu dari korban Amalia. Danu mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Yosef. Dia merupakan staf Tata Usaha di Yayasan Bina Prestasi Nasional milik dari keluarga korban.

Danu cukup sering dihubungi dan disuruh Yosef untuk keperluan Yayasan dan pengakuan terakhirnya disuruh oleh Yosef untuk mengecek rumah Tuti. Informasinya adalah Tuti dan Amalia kala itu diculik orang tak dikenal, dan karena panik Danu langsung datang masuk ke rumah Tuti. (qlh)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini