5 Fakta Covid-19 di Indonesia Melandai, Awas Jangan Berpuas Diri!

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 28 September 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 337 2478015 5-fakta-covid-19-di-indonesia-melandai-awas-jangan-berpuas-diri-0cAo7Dyqev.jpeg Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia perlahan tapi pasti terus menurun. Kendati demikian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat untuk tidak menurunkan kewaspadaan.

Berikut adalah fakta-fakta mengenai kasus covid-19 di Indonesia terkini, sebagai berikut: 

1. Jangan Berpuas Diri

Luhut melaporkan positivity rate Covid-19 nasional sudah di angka 1% dalam 7 hari. Bahkan, kini kata Luhut, tingkat reproduksi Covid-19 di Jawa-Bali juga terus menurun di bawah 1%.

“Kalau kita lihat tingkat reproduksi efektif Indonesia Jawa-Bali terus menurun di bawah 1%. Kalau lihat sekarang Jawa itu sudah 0,95 ya, Sumatera 0,98, Bali masih 1,01. Jadi sedikit lagi ya akan turun. Jadi tempat lain juga saya kira di luar Jawa juga tadi juga membaik,” ungkap Luhut dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (27/9/2021). 

Namun, Luhut mengingatkan agar penurunan angka ini tidak boleh berpuas diri dan harus hati-hati. “Jadi angka-angka ini membuat kita tidak boleh berpuas diri tapi justru hati-hati,” pesannya. 

Baca juga: Pengunjung Pantai Pangandaran Capai 10 Ribu, Luhut: Bahaya!

2. Harus Selalu Waspada

Selaras dengan Luhut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan tidak abai terhadap protokol kesehatan (prokes), meski saat ini pandemi Covid-19 mulai melandai di Indonesia.

“Pandemi ini biarpun sudah mulai turun, harus tetap waspada, jangan lengah. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” ujar Haedar dari rilis resmi yang sudah diizinkan dikutip pada Minggu (26/9/2021).

3. Menerapkan Ganjil-Genap

Tidak hanya itu, pemerintah juga mulai meminimalisir kunjungan ke tempat wisata dengan memberlakukan ganjil-genap di masa PPKM berlevel ini.

"Peningkatan mobilitas terutama terjadi di aktivitas retail dan recreation, park, walaupun sudah diambil langkah macam-macam, mulai dari genap-ganjil dan sebagainya, tetap saja angka itu cukup naik," ujar Luhut saat jumpa pers sebagaimana disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (27/9/2021). 

4. Siagakan 4300 Nakes 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan sebanyak 4.300 relawan tenaga kesehatan (nakes) kendati kasus Covid-19 melandai di Tanah Air. 

Plt Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes Kirana Pritasari mengatakan Kemenkes telah merekrut 7 ribu relawan nakes sejak Januari-September 2021.

“Untuk periode 2021 dari Januari hingga September ini, lebih dari 7.000 yang direkrut oleh Kementerian Kesehatan. Ini belum yang direkrut langsung oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Dan dengan penurunan kasus saat ini yang sudah terjadi, yang aktif sekitar 4.300 para relawan,” ungkap Kirana, Selasa (28/9/2021).

5. Waspada Libur Akhir Tahun 

Selain itu, Kirana memastikan relawan nakes akan tetap disiagakan terutama menjelang libur akhir tahun yang memiliki potensi kembalinya peningkatan kasus Covid-19. 

“Kami memang menyiagakan untuk periode di mana banyak hari libur, karena pengalaman yang lalu di saat libur panjang itu kemudian terjadi peningkatan kasus. Dan teman-teman di P2P juga bisa monitor bagaimana situasi di negara sekitar kita, karena juga kita bisa mendapat dampak imbasnya dari kondisi negara yang ada disekitar kita,” tutur Kirana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini