2020 Kasus WNI Meningkat 300%, Kemlu Tangani 54.953 Kasus

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Selasa 28 September 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 337 2477788 2020-kasus-wni-meningkat-300-kemlu-tangani-54-953-kasus-ic725K0MLU.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Andy Rachmianto melakukan sosialisasi program kegiatan Hassan Wirajudha Perlindungan WNI Award (atau HWPA) Tahun 2021.

Andy mengatakan, penyelenggaraan ini merupakan wujud konsistensi komitmen Kementerian Luar Negeri untuk mengapresiasi seluruh kerja- kerja pelindungan WNI. Diketahui, tahun 2021 adalah tahun ketujuh penyelenggaraan HWPA. Selain itu, acara ini tidak hanya yang dilakukan oleh Kemlu dan Perwakilan RI, namun juga masyarakat luas.

Baca juga:  Sikapi Perubahan Iklim, Pemerintah Berpegang ke Perjanjian Internasional

Ia mengatakan, pandemi Covid-19 sangat unprecedented telah meningkatkan jumlah kasus hingga hampir 300% dari tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2020, Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI menangani sebanyak 54.953 kasus. Alhamdulillah, 45.378 diantaranya telah berhasil diselesaikan,” kata Andy melalui Zoom HWPA 2021, Senin (27/9/2021).

Baca juga:  Kemenlu Konfirmasi Pembuat Parodi Penghinaan Lagu Indonesia Raya WNI

Andy menuturkan, selain sebagai wujud apresiasi, HWPA adalah salah satu strategi utama Kementerian Luar Negeri untuk meningkatkan pemahaman mengenai diplomasi pelindungan WNI sekaligus memperluas ownership isu pelindungan di seluruh lapisan masyarakat.

Pada kesempatan itu ia mengatakan, pelindungan bagi segenap bangsa adalah salah satu tujuan nasional, yang dimandatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.

“Sekali lagi, ini adalah amanah besar yang mustahil bisa dicapai tanpa adanya dukungan dan kerja sama dari semua pihak. Termasuk media massa. Diplomasi pelindungan bukanlah suatu misi ekslusif milik Kementerian Luar Negeri atau Perwakilan RI, melainkan tugas bersama semua elemen bangsa,” ucapnya.

Ia mengatakan, besarnya tantangan ke depan, maka dari itu ia mengajak untuk mempererat kerjasama semua pihak, meningkatkan koordinasi serta membangun sinergi demi tercapainya misi bersama.

“Indonesia harus belajar dari pengalaman penanganan berbagai kasus WNI di luar negeri, termasuk dalam situasi pandemi, kolaborasi menjadi kata kunci,” jelasnya.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini, Andy mengajak seluruh kalangan pemerintah dan swasta, individu dan organisasi untuk turut mengambil peran aktif, mendukung Pemerintah RI dalam pelaksanaan diplomasi pelindungan.

“Pekerjaan Rumah kita masih banyak. Tantangan diplomasi pelindungan kedepannya semakin besar. Globalisasi dan akses informasi yang terbuka luas akan terus mendorong minat masyarakat kita untuk pergi ke luar negeri. Di saat yang sama, berbagai ancaman keamanan baru pun muncul. Mulai dari bencana non alam, seperti pandemi, hingga ancaman terorisme,” ucapnya.

Andy mengungkapkan, tugas pelindungan WNI di luar negeri bukan perkara sederhana. Menghadirkan negara bagi lebih dari 3,1 juta WNI di luar negeri, apalagi dalam situasi pandemi, membutuhkan extra effort.

Andy menjelaskan, berbagai upaya keras telah dilakukan oleh 129 Perwakilan RI di luar negeri untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19 di luar negeri.

“535.264 paket bantuan telah diberikan, dimana 451.348 diantaranya diberikan kepada WNI di Malaysia, 27.012 pelaut/ABK telah difasilitasi kepulangannya ke Indonesia, dan lebih dari 100 ribu WNI telah difasilitasi proses repatriasinya dari Malaysia ke tanah air,” jelasnya.

Ia memaparkan, bahwa masyarakat harus saling berkolaborasi memastikan bahwa pelindungan diberikan secara sistematis dan komprehensif. Sejak penanganan di luar negeri oleh Perwakilan RI hingga WNI kembali dan menjalani proses reintegrasi di daerah asal masing-masing.

Ia meyakini, melalui kerjasama, Indonesia akan mampu mewujudkan tujuan nasional secara utuh. “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini