Letjen Suprapto, Eks Ajudan Jenderal Sudirman Penentang Angkatan Kelima Bentukan PKI

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 28 September 2021 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 337 2477735 letjen-suprapto-eks-ajudan-jenderal-sudirman-penentang-angkatan-kelima-bentukan-pki-0aF1SmXnCq.jpg foto: ist

SALAH satu tokoh pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30SPKI) tahun 1965 adalah Letnan Jendral (Anumerta) Suprapto.

(Baca juga: Bharada Kurniadi Gugur, Sejumlah KKB Teroris Lamek Taplo Jatuh ke Jurang saat Baku Tembak)

Menyadur dari buku Ensiklopedia Pahlawan Nasional serta arsip Okezone, dapat dilihat bahwa Letjen Suprapto selain loyal terhadap negara serta sosok penyayang keluarga.

Suprapto lahir pada 20 Juni 1920 di Purwokerto. Pendidikan militemya dimulai pada Akademi Militer Kerajaan di Bandung, namun sempat terputus karena mendaratnya tentara Jepang di Indonesia.

Dalam masa pendudukan Jepang Suprapto mengikuti latihan-latihan yang disediakan untuk para pemuda. Dia mengikuti kursus pada Pusat Latihan Pemuda dan kemudian bekerja pada Kantor Pendidikan Masyarakat.

(Baca juga: Kaya Mendadak! Ini Tumpukan Uang Rp1,5 Miliar Milik Juned Usai Jual Merpatinya)

Pada awal kemerdekaan Indonesia, Suprapto aktif dalam usaha merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap ia kemudian memasuki Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Purwokerto dan ikut dalam pertempuran di Ambarawa sebagai ajudan Panglima Besar Sudirman.

Ketika melakukan dinas kemiliteran, Suprapto pemah menjabat sebagai Kepala Staf Tentara dan Teritorium IV Diponegoro di Semarang; sebagai staf Angkatan Darat di Jakarta; sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Darat untuk wilayah Sumatera di Medan; sebagai Deputi 11 Menteri/Panglima Angkatan Darat, Jakarta.

Suprapto menentang rencana PKI untuk membentuk Angkatan Kelima, unsur pertahanan keamanan Republik Indonesia yang digagas PKI. Angkatan ini diambil dari kalangan buruh dan petani yang dipersenjatai.

Pada 1 Oktober 1965 dinihari PKI menculik serta membunuh Suprapto. Jenazahnya ditemukan didaerah Lubang Buaya dan selanjutnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Semasa hidupnya, Suprapto sangat dekat dengan keluarganya. Tugasnya di militer membuatnya sangat sibuk. Jarang ada kesempatan untuk bisa berkumpul dengan keluarganya. Tapi kesempatan yang jarang itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Suprapto.

Suprapto juga merupakan sosok suami dan ayah yang sangat dihormati. Anak-anaknya sangat patuh dan segan padanya dan akan selalu menuruti kata-katanya tanpa harus dimarahi.

Bila ada kesempatan untuk berkumpul dengan istri dan anak-anaknya, Suprapto mengajak mereka bercanda dan berdiskusi mengenai banyak hal. Saat itulah Suprapto menasihati anak-anaknya, dan memberi bekal untuk menghadapi masa depan. Suprapto juga memberi kesempatan kepada anak-anaknya untuk bertanya tentang apa saja.

Kepada istri dan anak-anaknya, Suprapto sering berkata bahwa mereka harus selalu percaya kepada Tuhan. Karena Tuhan itu adil adanya. Kalau mereka mohon pertolongan kepada-Nya, tentu Tuhan akan memberikan pertolongan kepada mereka semua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini