Cita-Citanya Jadi Tentara Kerap Dicibir, Anak Tukang Pijat Ini Buktikan Mampu Lulus Akmil

Riezky Maulana, iNews · Senin 27 September 2021 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 337 2477616 cita-citanya-jadi-tentara-kerap-dicibir-anak-tukang-pijat-ini-buktikan-mampu-lulus-akmil-h6l9ccDQu7.jpg David Fatoni. (Foto: TNI AD)

JAKARTA - M David Fatoni berhasil mewujudkan mimpinya menjadi seorang Taruna Akademi Militer setelah melewati beragam lika-liku panjang. Sempat gagal dalam proses seleksi Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI AD 2020, dirinya menolak menyerah.

Sejak kecil, David mengaku tertarik dengan TNI lantaran jarak rumahnya yang berdekatan dengan Koramil 0826/06 Pademawu dan melihat para tentara bertugas. Menurut pandangannya, tentara merupakan pribadi yang gagah, berwibawa dan dihargai oleh banyak orang.

"Dari situlah hal yang tumbuh dalam hati saya untuk menjadi seorang tentara itu muncul," tutur David dalam video TNI AD dikutip, Senin (27/9/2021).

Kondisi ekonomi keluarganya kurang baik. Saat kecil, dia harus terbiasa berlindung di rumah kecil yang letaknya ada di tengah sawah. Baik depan maupun belakang rumahnya adalah kandang ayam. Bahkan jika banjir rumah terendam dan berlumpur.

Bapak David adalah seorang tukang pijat. Cibiran dan ejekan kerap datang ketika David mengemukakan mimpinya hendak menjadi seorang Taruna Akmil. Tak ambil pusing, David tetap percaya atas apa yang akan dicapainya di kemudian hari dan menjadikan hal itu sebagai pelecut semangatnya.

Baca juga: Kisah Jason Antoni, Pemuda Tionghoa Lulusan S2 Inggris yang Menjadi Perwira TNI AD

"Bapak saya ini adalah tukang pijat, ada seseorang yang mencibir dan menghina saya ketika saya ingin menjadi taruna, mungkin karena kondisi ekonomi yang dikatakan sederhana dan saya dari kalangan orang yang biasa aja. Tapi semangat saya tetap ada untuk menjadi seorang taruna. Cibiran dan cemohan orang saya jadikan bahan motivasi," ungkapnya.

Butuh waktu tujuh tahun untuk David bisa hidup di rumah yang layak. Semua itu didapat lantaran kedua orangtuanya terus-menerus menabung.

"Saya bersyukur sekali mempunyai orangtua yang sebaik dan setegar beliau dalam mendidik saya sampai saya dapat sukses seperti sekarang ini," jelasnya.

Sejak kecil, tepatnya saat masih kelas 6 SD, dirinya sudah gemar dengan olahraga atletik. Mula-mula hanya ikut lomba lari di tingkat kecamatan, namun berhasil menyabet juara 3 ketika itu.

Menginjak bangku SMP, bakatnya mulai tercium oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Pamekasan, Madura. Sebulan setelah dilatih, David langsung unjuk gigi dengan mempersembahkan gelar juara tingkat kabupaten.

Berlanjut ke kelas 3 SMP, tingkatan lomba yang diikuti semakin tinggi. David diikutsertakan dalam lomba setingkat semi nasional bertajuk Jatim Open 2018.

"Dengan adanya bakat lari yang ada dalam diri saya itu sangat membantu dalam melaksanakan tes-tes yang berkaitan dengan Samapta," ucapnya.

Sampai dengan sekarang, kerja keras dan perjuangan orangtua David untuk membuat dirinya sukses tetap terpatri dalam ingatannya. Menurut dia, semangat dari orang-orang yang selalu mendukung dan mendoakannya akan menjadi motivasi terbaik baginya untuk tetap melangkah maju.

"Saya mengingat orangtua saya, mengingat perjuangan saya dan Alhamdulillah saya bisa lulus. Dengan semangat perjuangan teman-teman orangtua para sahabat, para guru yang selalu memotivasi saya dan memberikan doa terbaik untuk saya, saya ingat itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini