Share

Yahya Waloni Cabut Gugatan Praperadilan atas Dugaan Penistaan Agama

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 27 September 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 337 2477539 yahya-waloni-cabut-gugatan-praperadilan-atas-dugaan-penistaan-agama-aG7qkdjopi.jpeg Yahya Waloni (Foto: Ist)

JAKARTA - Sidang klarifikasi tentang permohonan praperadilan dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan Ustadz Yahya Waloni digelar di PN Jakarta Selatan. Namun, dalam persidangan Yahya Waloni mencabut gugatannya.

Tim pengacara Abdullah Alkatiri dkk pun dikeluarkan dari persidangan oleh hakim. "Saudara penasihat hukum, saudara sudah dicabut, silakan saudara meninggalkan persidangan. Silakan keluar dari persidangan ini karena kuasa hukum sudah dicabut," ujar hakik tunggal, Anry Widyo Laksono di persidangan, Senin (27/9/2021).

Baca Juga:  5 Fakta Dugaan Penistaan Agama Yahya Waloni, Kini Masuki Babak Baru

Tim pengacara Abdullah Alkatiri dkk itu dikeluarkan pasca hakim bertanya pada Ustadz Yahya tentang pencabutan kuasa hukum Alkatiri dkk sebagai penasihat hukumnya. Yahya menyatakan, mencabut kuasa Alkatiri dkk sebagai penasihat hukumnya dan tak mau melanjutkan permohonan praperadilannya.

"Saya benar tak setuju dengan permohonan praperadilan ini yang mulia, saya mencabut (Alkatiri dkk sebagai kuasa hukum) dan membatalkan (praperadilan)," kata Yahya.

Alkatiri dkk pun keluar dari persidangan lantaran sudah dianggap sebagai orang yang tak berkaitan dalam permohonan praperadilan tersebut. Sebelum dikeluarkan, Alkatiri sempat menanyakan pada Yahya Waloni tentang alasannya mencabutnya sebagai kuasa hukum.

Namun, pertanyaan itu tak terjawab lantaran pihak Bareskrim Polri keberatan dengan pertanyaan itu yang dianggap sebagai pertanyaan teknis dan tak berkaitan dengan praperadilan itu.

Baca Juga:  Tak Terima Jadi Tersangka, Ustadz Yahya Waloni Melawan Lewat Praperadilan

Kendati Yahya sempat menjelaskan sedikit tentang bagaimana dia tak bisa bertemu dengan siapa pun dan berkomunikasi dengan siapa pun selama menjadi tahanan. Pada saat sakit di Agustus 2021 kemarin, dia juga telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur hingga pada 3 September 2021, dia kembali dibawa ke rutan Bareskrim Polri.

"Tak ada seorang pun yang bisa mengunjungi apalagi menghubungi saya, prosedur dalam tahanan itu tak bisa dihubungi," kata Yahya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini