5 Fakta Marak Manusia Silver, Bayi 10 Bulan Jadi Korban Eksploitasi

Mohammad Adrianto S, Okezone · Senin 27 September 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 337 2477533 5-fakta-marak-manusia-silver-bayi-10-bulan-jadi-korban-eksploitasi-OglNlzFea4.jpg Bayi yang diajak jadi manusia silver dibawa ke dinas sosial. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Fenomena manusia silver melalangbuana di berbagai daerah di Indonesia. Sosoknya juga beragam, mulai dari remaja, wanita, hingga baru-baru ini seorang pensiunan polisi dan bayi.

Terdapat sejumlah fakta mengenai maraknya situasi manusia silver, yang sudah dirangkum sebagai berikut:

1. Pensiunan Polisi

Aipda (purn) Agus Dartono (61), mantan polisi di Kota Semarang, Jawa Tengah, tertangkap sedang menjadi manusia silver, yang tidak berbeda jauh dengan sebagai pengemis. Tubuhnya dicat warna silver atau perak untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidup.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Iqbal Alqudusy mengungkapkan alasan Agus menjadi manusia silver karena malu jika harus meminta uang kepada teman atau kerabat.

"Yang bersangkutan mengaku malu kalau meminta tolong kerabat atau rekan kerjanya," tutur Iqbal dalam siaran pers di Semarang, Minggu 26 September 2021.

2. Dapat Bantuan

Bantuan juga mengalir dari Polrestabes Semarang untuk Agus Dartono. Iqbal menjelaskan, melalui anak buahnya, mereka sudah memberikan sejumlah uang serta kebutuhan pokok untuk Agus.

Baca juga: Dua Manusia Silver Tepergok Warga Curi Motor saat Buka Puasa

"Sudah mendapat perhatian dari Kapolda (Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi)," kata Iqbal.

Agus dijadwalkan bertemu dangan Kapolrestabes Semarang untuk menerima bantuan serta tawaran pekerjaan.

3. Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver

Lain lagi dari kasus Agus, baru-baru ini beredar foto di media sosial mengenai bayi menjadi manusia silver, yang diduga sebagai bentuk eksploitasi anak.

Dalam foto terlihat seorang perempuan menggendong bayi tersebut di kawasan SPBU Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan. Kehadiran bayi bercat silver itu bertujuan agar banyak para pengguna jalan mau bersedekah.

"Perlu perhatian khusus, manusia silver di Tangerang Selatan membawa balitanya bertujuan untuk belas kasihan para pengguna jalan sekitar," tulis akun Instagram @Tangsel_Update, Sabtu (25/09/21).

4. Dibayar Rp20 Ribu

Ibu dan bayinya itu tinggal di salah satu kontrakan di Jalan Salak, Pamulang. Sang ibu diketahui berinisial NK (21), sedangkan bayinya yang masih berumur 10 bulan berinisial MFA.

Dari penuturan NK kepada petugas, dia mengaku diberi uang Rp20 ribu oleh pasangan suami-istri berinisial E dan B usai membawa bayinya pergi mengemis. Uang itu diperuntukkan membeli pampers dan susu kental manis.

NK sendiri awalnya mengaku tak tahu jika bayinya dicat silver dan dibawa mengemis, lantaran setiap hari memang sering menitipkan kepada E dan B.

5. Tanggapan Ketua DPD

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyorot bahaya mengeksploitasi anak dengan alasan kepentingan ekonomi yang akan berdampak buruk pada fisik dan psikologis anak.

"Saya meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangerang Selatan untuk mengungkap foto viral di media sosial yang memperlihatkan bayi laki-laki berusia 10 bulan dicat silver seluruh wajahnya," ujar LaNyalla, Minggu (26/9/2021).

LaNyalla melanjutkan, eksploitasi anak dalam upaya mencari nafkah dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan dan melanggar hak-hak anak.

"Apa pun alasannya, tindakan tersebut masuk sebagai kategori eksploitasi anak dan jelas melanggar hak-hak mereka. Saya minta hal ini agar diselidiki dan diadvokasi," tegas LaNyalla Mattalitti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini