Eks Jenderal Kopassus Calon Kuat Pengganti Azis Syamsuddin

Kiswondari, Sindonews · Senin 27 September 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 337 2477510 eks-jenderal-kopassus-calon-kuat-pengganti-azis-syamsuddin-IPcDCcoBNQ.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Lodewijk Paulus menjadi satu-satunya nama terkuat yang akan dipilih Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto menggantikan Azis Syamsuddin di posisi Wakil Ketua DPR Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam).

(Baca juga: Kaya Mendadak! Ini Tumpukan Uang Rp1,5 Miliar Milik Juned Usai Jual Merpatinya)

Sebelum bergabung ke dunia politik, Lodewijk Paulus merupakan mantan Danjen Kopassus ke-24 yang menjabat sejak 4 Desember 2009 menggantikan Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo. Jabatan terakhirnya adalah Dankodiklat TNI AD.

“Ya, pak sekjen adalah bagian dari pada yang memang menjadi perhatian tentu di pak ketua umum. Karena memiliki kira-kira banyak kelebihan di antara banyak kelebihan yang dimiliki oleh beliau, dan kader-kader lain juga memiliki kira-kira kemampuan yang sama dengan pak Sekjen,” kata Ketua DPP Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) Partai Golkar Supriansa, kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/9/2021).

(Baca juga: Terungkap! Sebelum Pembunuhan, Yosef Ribut dengan Amalia soal Motor Nmax)

Namun, kata Supriansa, kader di Golkar juga banyak yang mumpuni untuk menduduki posisi tersebut. Jadi, doakan saja siapa yang nanti dipilih oleh Ketum Airlangga, maka itu adalah yang terbaik bagi Golkar, bangsa dan negara. “Dan insya Allah lmenjadi terbaik untuk rakyat Indonesia,” ucapnya.

Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan, yang menggantikan tentu harus memenuhi prasyarat kemampuan di segala bidang, khususnya yang berkaitan dengan bidang Korpolkam yang ditinggalkan Azis Syamsuddin. Dan kriteria itu dimiliki oleh Sekjen Golkar dan beberapa kader Golkar mumpuni lainnya.

Akan tetapi, menurutnya, belum ada manuver untuk memunculkan nama lain selain nama Sekjen Golkar itu. “Saya tidak melihat saya belum pernah menyaksikan beberapa manuver yang dilakukan oleh kawan-kawan,” ujar Supriansa.

Karena, kata dia, di Partai Golkar itu tersentralisasi dan persoalan terkait posisi pimpinan DPR ini diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto, dan untuk menentukan siapa yang bisa menempati posisi Azis, semua tergantung Ketua Umum.

“Pertimbangan-pertimbangan lain itu ya tentu pak Ketua Umum meminta pendapat pendapat dari sekitar ya itu hal yang sangat wajar,” tutup Supriansa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini