Viral Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver, Ketua DPD: Apa pun Alasannya Ini Eksploitasi!

Carlos Roy Fajarta, · Senin 27 September 2021 07:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 337 2477310 viral-bayi-10-bulan-jadi-manusia-silver-ketua-dpd-apa-pun-alasannya-ini-eksploitasi-gVm4tM40Wj.jpg Bayi dijadikan manusia silver (Foto : Instagram/@tangselupdate)

JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyorot bahaya mengeksploitasi anak dengan alasan kepentingan ekonomi yang akan berdampak buruk pada fisik dan psikologis anak. Seperti yang terjadi di Tangerang Selatan, di mana ada seorang bayi berumur 10 bulan jadi manusia silver.

Hal tersebut disampaikan LaNyalla menanggapi eksploitasi anak usia 10 bulan yang dijadikan manusia silver seperti foto viral di kawasan SPBU Parakan, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa waktu lalu.

"Saya meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangerang Selatan untuk mengungkap foto viral di media sosial yang memperlihatkan bayi laki-laki berusia 10 bulan dicat silver seluruh wajahnya," ujar LaNyalla, Minggu (26/9/2021).

Ia menilai hal tersebut tentu akan berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak yang masih bayi. LaNyalla Mattalitti meminta kasus eksploitasi ekonomi terhadap anak di bawah umur untuk diselidiki dan dilakukan advokasi.

Menurutnya bentuk-bentuk eksploitasi anak dalam upaya mencari nafkah dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan dan melanggar hak-hak anak.

Baca Juga : Viral! Eksploitasi Bayi Dicat Silver di Pamulang

"Apa pun alasannya, tindakan tersebut masuk sebagai kategori eksploitasi anak dan jelas melanggar hak-hak mereka. Saya minta hal ini agar diselidiki dan diadvokasi," tegas LaNyalla Mattalitti.

Kulit bayi yang dicat silver sangat membahayakan karena berpotensi menyebabkan penyakit kulit dan penyakit lainnya seperti gangguan saluran nafas atau paru-paru karena terkena debu serta dampak negatif lainnya.

LaNyalla mengingatkan agar DPMP3AKB mengambil langkah-langkah kongkret agar menekan angka eksploitasi anak terutama anak balita yang sudah lama marak.

"Ini akan membahayakan generasi yang akan datang baik secara sosial, psikologis dan juga psikis. Akar persoalan dari hal tersebut segera dituntaskan," tambah LaNyalla Mattalitti.

Ia melihat faktor ekonomi menjadi dasar orang tua nekat mengeksploitasi anak-anak mereka. Di mata LaNyalla, pundi-pundi uang yang didapat dengan mengeksploitasi anak tak sebanding dengan masa depan mereka yang gemilang.

"Permasalahan ekonomi perlu segera

diselesaikan oleh dinas sosial agar tidak melakukan eksploitasi anak demi mendapat belas kasihan memberi uang receh, tetapi kesehatan anak menjadi korban dan berdampak lebih besar bagi masa depan anak," pungkas LaNyalla Mattalitti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini