3 Komentar Pejabat Publik soal Gelombang Ketiga Covid-19

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 27 September 2021 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 26 337 2477121 3-komentar-pejabat-publik-soal-gelombang-ketiga-covid-19-DoGKTdU36I.jpg Covid-19 (Freepik)

Baru-baru ini, kabar baik muncul di mana kasus positivity rate Indonesia mulai melandai dimana jumlah kasus baru turun hingga dibawah 2.500 pada minggu (19/9/2021). Namun, beberapa pakar memberikan prediksi gelombang ketiga COVID-19 di akan terjadi pada Desember 2021 mendatang. Hal ini disampaikan oleh beberapa ahli epidemiologi didasarkan dengan pengabaian indicator-indikator pelonggaran termasuk vaksinasi. Dari prediksi ini, tokoh-tokoh publik memberikan komentar sebagai berikut.

1. Luhut Binsar Panjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan merespon prediksi adanya gelombang 3 Covid-19 dengan mengingatkan agar masyarakat untuk disiplin dan selalu saling mengingatkan. Hal itu ia sampaikan melalui konferensi pers yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, pada 6 September 2021. Dirinya juga mengimbau kepada semua pihak untuk tetap kompak dan mengencangkan prokes.

2. Wiku Adisasmito

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memberikan peringatan mengenai gelombang ketiga pandemi ini. Hal itu disampaikannya melalui video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Menurutnya, Gelombang ini bisa terjadi saat libur Natal dan tahun baru. Wiku menghimbau agar masyarakat Indonesia waspada terhadap kondisi dunia saat ini yang sedang mengalami gelombang ketiga Covid-19.

3. Airlangga Hartanto

Menteri Koordinator Bidang Perekenomian, Airlangga Hartanto juga tak ketinggalan menanggapi prediksi mucnulnya gelombang ketiga Covid-19. Menurut keterangan yang ia sampaikan melalui siaran pers Kemenko Perekonomian, ia berpesan agar masyarakat selalu waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Airlangga juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendorong level asesmen menjadi level dua. (dilansir dari berbagai sumber/Ni Ketut Candra Puspita/Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini