Menlu Apresiasi Kerjasama Vaksin Secara Dose-Sharing dari Belanda-Jepang-Prancis

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Sabtu 25 September 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 337 2476764 menlu-apresiasi-kerjasama-vaksin-secara-dose-sharing-dari-belanda-jepang-prancis-i33rMZ97ih.jpg Menlu Retno Marsudi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York, Amerika Serikat. Menlu Retno melakukan pertemuan dengan US Under Secretary for Political Affairs, Ambassador Victoria Nulan.

Diketahui, Retno melakukan pembahasan isu di 18 pertemuan bilateral yang dilakukan dalam 2 hari terakhir ini. Pada tahun ini, agenda tersebut dilakukan secara hybrid, di mana tahun lalu dilakukan virtual penuh karena pandemi.

Dalam pertemuan tentunya Retno sampaikan apresiasi kepada beberapa negara yang telah membantu Indonesia dalam upaya percepatan vaksin.

“Dan di dalam berbagai kesempatan saya juga menyampaikan apresiasi kita atas dukungan dose-sharing dari Belanda, Jepang, dan Prancis,” kata Retno dalam keterangan tertulisnya (25/9/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Retno menyampaikan situasi Covid-19 di Indonesia yang sudah semakin membaik karena berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, baik berupa percepatan vaksinasi maupun aturan- aturan yang lainnya terkait dengan protokol kesehatan.

“Positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2%, di bawah standar WHO sebesar 5%, di mana sebelumnya sempat mencapai titik 31%,” ujarnya.

Retno menyatakan bahwa AS kembali menyampaikan keputusan untuk memberikan tambahan vaksin kepada Indonesia melalui Covax Facility sebesar kurang lebih 800.000 dosis.

“Jadi sekali lagi, ada komitmen baru menambah vaksin 800.000 dosis melalui Covax Facility dan dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia. Sementara sebelumnya Indonesia sudah menerima dari Amerika 12,665,060 dosis vaksin,” ucapnya.

Retno mengungkapkan beberapa negara yang masih menerapkan redlist, ia meminta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status redlist tersebut.

“Satu contoh, Perancis sudah mengeluarkan Indonesia dari redlist,” ujarnya.

Selain itu, Retno juga bicara mengenai pandemi, keprihatinan terhadap ketimpangan, diskriminasi dan politisasi, dan sepakat untuk mempersempit ketimpangan vaksin dan menghentikan diskriminasi serta politisasi vaksin.

Pada kesempatan itu, membahas terkait memperkuat tata kelola kesehatan global sehingga mampu mengantisipasi potensi pandemi di masa yang akan datang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini