5 Momen Pertempuran Hidup-Mati Ranggalawe, Majapahit Terbelah Jadi Dua

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 25 September 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 337 2476582 5-momen-pertempuran-hidup-mati-ranggalawe-majapahit-terbelah-jadi-dua-eX0MjIWKJr.jpeg Ilustrasi pertempuran pada zaman kerajaan. (Foto: ijir.iain-tulungagung-ac.id)

4. Berakhir Tragis

Peperangan sengit antara Ranggalawe dan Mahisa Nabrang bertarung dengan ilmu kanuragan yang dimilikinya masing-masing. Pertarungan pun berlanjut ke dalam air sungai. Ranggalawe berhasil mendesak Mahisa Nabrang, namun ketika sampai, di tengah Mahisa Nabrang berhasil menikam kuda Ranggalawe.

Ranggalawe yang terpeleset batu berhasil ditenggelamkan ke air oleh Mahisa Nabrang. Sesudah kehabisan napas, Ranggalawe gugur di tempat. Mengetahui Ranggalawe tewas, Lembu Sora menikam Mahisa Nabrang dari belakang hingga tewas. Panglima Majapahit itu pun turut meregang nyawa di Sungai Tambak Beras.

5. Terpecah Dua

Setelah tewasnya Ranggalawe pada 1295, Arya Wiraraja merasa sakit hati kepada Dyah Wijaya dan memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Arya Wiraraja menagih janji Dyah Wijaya yang diucapkan di Sumenep melalui Perjanjian Songeneb, untuk membagi wilayah Majapahit menjadi dua bagian.

Janji itu pun dipenuhi oleh Dyah Wijaya, Majapahit bagian timur hingga selatan sampai pantai diserahkan ke Arya Wiraraja. Sesudah mendapat kekuasaan, Arya Wiraraja menjadi raja Majapahit Timur dengan pusat pemerintahan di Lumajang. Sementara Majapahit Barat dengan pusat pemerintahan di Majakerta, tetap dikuasai oleh Dyah Wijaya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini