Terungkap! Azis Syamsuddin Suap Mantan Penyidik KPK hingga Rp3,1 Miliar

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Sabtu 25 September 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 337 2476573 terungkap-azis-syamsuddin-suap-mantan-penyidik-kpk-hingga-rp3-1-miliar-8802cDIjJJ.jpg Azis Syamsuddin. (Foto: Raka Dwi)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka terkait  penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung  Tengah.

Dalam perkara tersebut, Azis diduga memberi suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan seorang kuasa hukum Maskur Husain (MH) sebesar Rp 3,1 miliar.

Ketua KPK Firli menjelaskan kronologi yang menjerat Azis Syamsuddin. Perkara tersebut bermula sekitar  Agustus  2020. Saat itu, Azis  menghubungi  Robin  dan  meminta tolong mengurus kasus yang  melibatkan Azis dan Aliza Gunado yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK.

"Selanjutnya, SRP (Stepanus Robin Pattuju)  menghubungi  MH  (Maskur Husain) untuk ikut  mengawal dan mengurus  perkara  tersebut. Setelah itu MH  menyampaikan pada AZ dan AG untuk  masing-masing menyiapkan  uang sejumlah Rp2 Miliar," ujar Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). 

Atas permintaan itu, Robin pun  menyampaikan langsung kepada Azis terkait permintaan  sejumlah  uang dimaksud dan kemudian  disetujui oleh politikus Golkar itu. 

Setelah itu Maskur diduga  meminta uang muka terlebih dahulu  sejumlah Rp300 juta  kepada Azis Untuk teknis pemberian uang dari  AZ dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan  rekening  bank  milik  MH. 

Baca juga: Azis Syamsuddin Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Lampung Tengah

"Selanjutnya SRP menyerahkan nomor rekening bank dimaksud  kepada  AZ. Sebagai  bentuk  komitmen dan tanda jadi, AZ dengan  menggunakan rekening bank atas nama pribadinya  diduga  mengirimkan uang sejumlah Rp200 juta ke rekening bank MH secara  bertahap," jelasnya. 

Masih di bulan  Agustus  2020, Robin juga diduga datang menemui  Azis di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima  uang secara bertahap yang diberikan oleh Azis, yaitu USD100.000,  SGD17.600 dan SGD140.500.

Uang-uang dalam bentuk mata uang asing tersebut kemudian  ditukarkan oleh Robin dan Maskur ke money changer untuk menjadi  mata uang Rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain.

"Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH  sebesar Rp4 Miliar,  yang  telah  direalisasikan  baru  sejumlah  Rp3,1  Miliar," ungkapnya.

Atas perbuatannya  tersebut,  Tersangka  AZ  disangkakan  melanggar Pasal 5 ayat (1)  huruf a  atau  Pasal  5  ayat  (1)  huruf  b  atau  Pasal  13  Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  31 Tahun  1999  tentang  Pemberantasan  Tindak  Pidana  Korupsi  sebagaimana  telah  diubah dengan  Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  20  Tahun  2001  tentang  Perubahan  Atas Undang-Undang  Nomor  31  Tahun  1999  tentang  Pemberantasan  Tindak  Pidana  Korupsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini