Mbah Lim, Pancasila dan Pesan untuk Pemimpin

Agregasi Sindonews.com, · Sabtu 25 September 2021 01:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 337 2476572 mbah-lim-pancasila-dan-pesan-untuk-pemimpin-BozBy1Iw0B.jpeg Makam Mbah Lim. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - KH Moeslim Rifai Imam Putra atau Mbah Lim merupakan pendiri Ponpes Almuttaqien Pancasila Sakti, di Kampung Sumberrejo Wangi, desa Troso Kecamatan Karanganom, Klaten, Jawa Tengah.

Semasa hidupnya Mbah Lim dikenal salah satu guru spiritual dan sahabat karib Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Selain itu Mbah Lim dikenal sebagai ulama "nyentrik" yang berjiwa nasionalis dan yang pertama mendengungkan kata "NKRI Harga Mati".

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berziarah ke makam ulama kharismatik itu, Jumat (24/9/2021).

Dalam kunjungan tersebut, KH Saifudin Zuhri salah satu anak Mbah Lim yang biasa disapa Gus Din memberikan sebuah pigura berisi pesan Mbah Lim. Apa isinya?

"Itu surat tulisan tangan Mbah Lim. Tulisan itu isinya Bismillahirrahmannirrahim, siapa pun orangnya, apa pun kebangsaannya yang ingin mengganti dasar negara Pancasila, saya dhoif muslim wajib mengingatkan. Itu ditulis tahun 2009," kata Gus Din, Jumat (24/9/2021). 

"Hanya tulisan itu, tapi itu mengamanatkan generasi penerus untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara. Itu amanat. Kalau pakai istilah Bung Karno, ku dititipkan negara dan bangsa ini kepadamu," sambungnya. 

Baca juga: Jokowi Ingin Pancasila Dibumikan dengan Kekinian

Gus Din berkeyakinan, pemimpin itu harus memegang teguh Pancasila. Dengan demikian menurutnya, akan membawa Indonesia menjadi negara yang berkah.

"Jadi kalau mau menjadi pemimpin, harus memegang teguh Pancasila, Insya Allah berkah," tegasnya.

Mbah Lim merupakan pendiri Ponpes Almuttaqien Pancasila Sakti, di Kampung Sumberrejo Wangi, desa Troso Kecamatan Karanganom, Klaten, Jawa Tengah. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini