Koalisi Pasukan Mongol dan Majapahit Hancurkan Kerajaan Kediri

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 25 September 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 337 2476560 koalisi-pasukan-mongol-dan-majapahit-hancurkan-kerajaan-kediri-g2VwtKTH8W.jpeg foto: istimewa

SEPENINGGALAN utusan Mongol ke Kerajaan Singasari, kekaisaran Mongol di bawah pimpinan Khubilai Khan dibuat berang. Pasalnya utusan mereka Meng Khi diperlakukan sewenang-wenang dan diusir oleh Kertanegara yang memimpin Kerajaan Singasari.

Kekaisaran Mongol pun mengirimkan sebanyak 20 ribu pasukan untuk menyerbu wilayah Pulau Jawa. Kedatangan Kekaisaran Mongol mengirimkan pasukan akibat hinaan oleh Kerajaan Singasari di masa raja Kertanegara. Saat itu Singasari tak mau tunduk dengan Kekaisaran Mongol dibawah pimpinan Khubilai Khan.

Baca juga:  Kisah Kertanegara Dibunuh saat Mabuk hingga Dikhianati Keluarga

Dikutip dari buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya Slamet Muljana, kedatangan tentara Tartar sebutan pasukan Kekaisaran Mongol terjadi pada 1292 Masehi. Saat itu pasukan Tartar dipimpin oleh Shihpi, Kau Hsing, dan Ike Mese atau Ji-ko mosu, lengkap dengan kapal pengangkut dan kapal perang, serta membawa segala perlengkapan peran dan bahan makanan untuk jangka waktu setahun lamanya.

Tentara Tartar juga membawa segala tanda jasa dan hadiah para pahlawan, berupa kain sutra yang mahal sekali harganya. Kedatangan mereka untuk menghukum raja Kertanegara atas tindakan sewenang-wenang dengan mengusir utusan dari Mongol.

Baca juga:  Siasat Cerdik Ken Arok 'Runtuhkan' Kerajaan Kediri

Konon sebelum berangkat ke Jawa, tentara Tartar terlebih dahulu menerima rintangan berupa badai dan angin ribut di laut. Hal ini membuat banyak pasukan yang mabuk, hanya tertidur di sepanjang perjalanan dan tidak mau makan.

Singkat cerita, armada pasukan Tartar di bawah pimpinan Ike Mese terlebih dahulu menyusun skenario untuk memasuki Pulau Jawa melalui Karimun Jawa. Armada tersebut kemudian menuju Tuban, di sana sebagian prajurit mendarat tapi sebagian yang lain bergerak menuju ke timur di bawah pimpinan Shihpi, menuju muara sungai di daerah Sedayu, Gresik.

Saat itu sayang, Kerajaan Singasari sudah tamat akibat serangan dari Jayakatwang dari Kediri. Raden Wijaya yang melarikan dari Singasari kemudian menetap di Majapahit. Di sanalah nantinya utusan Mongol ini menemui Raden Wijaya.

Dari muara sungai inilah, Ike Mese dan prajurit Mongol mengirimkan tiga orang perwira menuju jembatan Majapahit. Tiga perwira itu diberi perintah untuk menyampaikan pesan kaisar kepada Raden Wijaya.

Tiga perwira itu berhasil menemui Raden Wijaya, namun di sisi lain Raden Wijaya tengah menghadapi serangan dari Jayakatwang. Raden Wijaya bersedia menyanggupi permintaan utusan Mongol dengan tunduk kepada Khubilai Khan, dengan persyaratan.

Kepada Khubilai Khan melalui utusan Mongol Ike Mese, Raden Wijaya pun meminta bantuan kepada Khubilai Khan. Kepada Khubilai Khan, ia menceritakan bahwa ia tengah dalam pengejaran Jayakatwang dari Kediri. Mendapat kabar itu, Khubilai Khan memerintahkan pasukannya untuk membantu pasukan Majapahit.

Di bawah pimpinan Ike Mese tentara Tartar menyiapkan serangan ke Daha ibukota Kerajaan Kediri. Tentara Tartar dibagi menjadi tiga pasukan. Satu pasukan berlayar ke hulu sungai, satu pasukan lagi di bawah pimpinan Ike Mese menuju Daha dari jurusan timur, sedangkan pasukan Kau Hsing menyerang dari arah barat.

Telah ditetapkan bahwa pada hari yang keempat, kota Daha pun diserang dari tiga arah. Keraton Raja Jayakatwang dikepung, hingga akhirnya Jayakatwang menyerah. Selang 14 hari kemudian tentara Tartar yang sedang berangkat ke Majapahit, mendapat serangan dari tentara Raden Wijaya.

Konon akibat serangan berulang kali tentara Majapahit ke tentara Tartar ini membuat tentara Tartar terpecah-belah dan berhasil dipukul mundur. Tiga pekan kemudian tentara Tartar akhirnya meninggalkan Pulau Jawa dengan membawa tawanan perang terdiri dari putra dan perwira Raja Jayakatwang, peta dan surat yang bertuliskan emas yang diserahkan oleh raja kepada pimpinan tentara Tartar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini