Mpu Nambi, Patih Pertama Majapahit yang Berhasil Mengusir Tentara Tartar Mongol

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 25 September 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 337 2476550 mpu-nambi-patih-pertama-majapahit-yang-berhasil-mengusir-tentara-tartar-mongol-LI9vbQ8876.png Patih pertama Majapahit, Mpu Nambi (foto: istimewa)

KERAJAAN MAJAPAHIT memiliki sosok patih yang tak bisa dipisahkan pada diri Gajah Mada. Namun sebenarnya ada nama patih lain selain Gajah Mada yang terkenal dan termashyur itu.

Dikisahkan pada buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya Slamet Muljana, patih Gajah Mada memerintah pada masa Raja Hayam Wuruk, sebagaimana tercantum dalam Kakawin Negarakertagama.

Baca juga:  Tewasnya Ranggalawe Membuat Wilayah Majapahit Jadi 2 Bagian

Di Negarakertagama diketahui Gajah Mada bergelar rakyan sang mantri mukyapatih i Majapahit sang pranaleng kadatwan, artinya sang perdana menteri Patih Majapahit, perantara keraton. Sedangkan Nambi yang menjadi patih di kala raja Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana dan Jayanagara.

Gelar resmi patih Nambi adalah patih amungku bhumi, gelar patih amangku bhumi hanya digunakan oleh patih Kerajaan Majapahit untuk membedakannya dari gelar patih di berbagai daerah di wilayah negara Majapahit.

Baca juga:  Kegagalan Gajah Mada Habisi Nyawa Raja Malaka

Dikisahkan Patih Amangku Bumi itu sama dengan patih seluruh negara amatya ring sanagara. Para adipati di wilayah negara Majapahit, misalnya rani Kahuripan dan Raja Kediri masing - masing juga mempunyai patih. Raja Jayakatwang Kediri mempunyai patih bernama Kebo Mundarang.

Konon pada masa Patih Nambi inilah Majapahit harus menghadapi serangan dari Kediri dan berhasil menaklukkannya. Tak hanya itu di bawah Patih Nambi sebagai patih amangku bhumi, Majapahit juga mengusir pasukan Tartar dari Kekaisaran Mongol. Sehingga kelangsungan Kerajaan Majapahit bisa berjalan hingga akhirnya menjadi sebuah kerajaan besar.

Konon di masa pemerintahan Raja Raden Wijaya pasukan di bawah pimpinan Nambi mengalami kekalahan dari Ranggalawe, dalam pertempuran yang terjadi di Sungai Tambak Beras.

Nambi sendiri berhasil menyelematkan diri setelah kuda yang dinaikinya Brahma Cikur mati tertusuk oleh Ranggalawe. Nambi dan pasukannya kemudian berhasil dipukul mundur oleh Ranggalawe dan kalah perang. Hal ini membuat pemerintahan Raja Dyah Wijaya dibuat geram dan berencana melakukan serangan kedua dengan jumlah yang lebih besar di bawah komando Mahisa Nabrang.

Pertempuran inilah yang menjadi pertempuran pertama mengawali pergolakan di Kerajaan Majapahit sebelum Hayam Wuruk dan Gajah Mada-nya naik tahta, dan membawa Kerajaan Majapahit bisa menguasai nusantara.

Pada masa pemerintahan Bhre Kahuripan dan Hayam Wuruk, jabatan yang demikian itu dipegang sendiri oleh patih amangku bhumi Gajah Mada. Saat itulah politik pemerintahan negara Majapahit sepenuhnya ada di tangan Gajah Mada.

Sayang sosok sepeninggal Nambi dan Gajah Mada peran kedua sosok ini tak bisa digantikan satu sosok. Alhasil Dewan Pertimbangan Agung terpaksa mengangkat enam orang untuk menopang jabatan mahapatih di Kerajaan Majapahit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini