Tempat Sakral Jadi Saksi Pertemuan, Airlangga - Ganjar Cocok 'Bersanding' di 2024?

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 24 September 2021 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 337 2476403 tempat-sakral-jadi-saksi-pertemuan-airlangga-ganjar-cocok-bersanding-di-2024-aO8CFOPIOy.jpg Gubernur Ganjar dan Menko Airlangga hadiri haul Ki Ageng Gribig (foto: ist)

KLATEN - Dalam acara haul Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten, Jumat (24/9/2021) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Airlangga dan Ganjar bertemu di Rumah Eyang Reksodiharjo, dalam area Makam Kyai Ageng Gribig, Jatinom, Klaten. Tempat ini dikenal sebagai area sakral bagi warga setempat. 

Pertemuan kedua tokoh yang digadang-gadang menjadi duet pemimpin nasional juga berlangsung di sela-sela acara Andum Apem, sebuah tradisi yang sudah dijalankan sejak ratusan tahun lalu. 

Meski demikian, saat ditanya wartawan tentang rencana koalisi dengan Ganjar Pranowo menuju Pilpres 2024, Airlangga secara diplomatis menolak untuk menjawabnya.

"Sekarang masih September 2021, masih jauh,” kata Airlangga, Jumat (24/9/2021).

Baca juga:  'Berdampingan' di 2024? Airlangga - Ganjar: Sekarang Masih September 2021

Saat media menanyakan perihal koalisi Pilpres 2024, Ganjar menjawab, “Ah wartawan, tanyanya itu terus."

Ketika beberapa media menyatakan bahwa keduanya cocok bersanding sebagai pasangan di Pilpres 2024, seperti yang diprediksi oleh beberapa pengamat, Ganjar dan Airlangga melempar canda.

“Ah pengamate sopo (ah pengamatnya siapa)?” kata Ganjar.

Baca juga:  Mahfud MD: Opsi Pemilu Digelar pada 24 April 2024

Airlangga pun menjawab penuh canda. “Pertama pengamate sopo. Sing kedua, sopo sing diamati? (Pertama, pengamatnya siapa? Yang kedua, siapa yang diamati?),” kata Airlangga sambil terbahak.

Setelah melakukan tahlil, Airlangga dan Ganjar juga melepas distribusi kue apem dengan menggunakan ojek online.

Acara ini pada masa sebelum Covid-19, biasanya dilakukan dengan melempar apem ke pengunjung yang hadir.

Namun, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini acara pembagian apem yang dilemparkan ke masyarakat, sudah tidak memungkinkan lagi. Oleh karena itu, panitia menginisiasi dengan penyebaran melalui ojek online.

Dalam kesempatan bertemu media, Airlangga menyatakan bahwa pertemuan ini terkait dengan acara Yaqowiyu yang akan terus dilestarikan. Selain itu, perihal penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Terkait dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, Airlangga menyatakan penanganan pandemi di Klaten sudah semakin baik.

“Saat ini PPKM di Klaten sudah turun di level 3 dan pelaksanaan vaksinasi juga sudah semakin masif, namun tetap harus digenjot,” kata Airlangga.

Tentang pemulihan ekonomi, Airlangga berharap terus ditingkatkan dan angka kemiskinan di Jateng harus terus diturunkan.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, angka kemiskinan absolut ini harus dihilangkan pada Juni tahun 2024,” kata Airlangga.

Sebelumnya, dalam acara sholawat Indonesia dan Haul Ki Ageng Gribig, Kamis (23/9/2021), Airlangga sebagai salah satu tokoh keturunan Ki Ageng Gribig, bertekad untuk terus melanggengkan tradisi turun temurun ini.

“Sebagai tokoh yang sudah meninggal ratusan tahun lalu, Simbah (Ki Ageng Gribig) masih bisa menghidupkan ekonomi kerakyatan. Dalam tradisi Yaqowiyu ini ada nilai ekonomi yang luar biasa,” kata Airlangga.

Pasalnya, lanjut Airlangga, masyarakat di Jatinom bergotong royong membuat apem untuk disalurkan dalam haul tersebut.

“Setiap acara ini, ekonomi masyarakat tumbuh. Orang buat apem, ini saja kemarin 6 ton. Belum lagi biasanya banyak orang datang dari berbagai daerah dan tentu bisa menggeliatkan ekonomi masyarakat," tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini