Ini Pedoman Penyelenggaraan Acara Besar Agar Tidak Menyebarkan Covid-19

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 24 September 2021 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 337 2476112 ini-pedoman-penyelenggaraan-acara-besar-agar-tidak-menyebarkan-covid-19-w3EkbnrhwQ.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 memberikan pedomana pedoman penyelenggaraan kegiatan maupun pertemuan besar. Dalam hal ini baik sebelum, saat, dan sesudah acara berlangsung.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan hal yang perlu dilakukan adalah edukasi kesehatan yang cukup bagi seluruh partisipan. Selain itu juga memastikan partisipan memiliki pemahaman yang sama khususnya dalam mencegah penularan.

“Kemudian menyusun pedoman pelaksanaan acara yang telah dilengkapi rencana kontijensi. Misalnya melarang partisipan yang positif selama rangkaian acara melanjutkan aktivitasnya dan harus segera dirujuk di area khusus karantina atau isolasi yang telah disediakan,” katanya dikutip dari kanal Youtube BNPB, (24/9/2021)

Selain itu juga harus dipastikan adanya fasilitas dan sarana prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan. Misalnya, tata letak acara yang memudahkan partisipan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

“Kemudian membuat panitia khusus yang bertanggung jawab menegakkan protokol kesehatan oleh partisipan secara menyeluruh.Kemudian membangun kemitraan dengan pemerintah dan fasilitas kesehatan setempat, khususnya kesiapan menghadapi jika terjadi kemunculan banyak kasus,” tuturnya.

Selanjutnya pedoman saat acara berlangsung yang harus diperhatikan adalah mengikuti perkembangan kasus covid-19 secara aktual. Khususnya data daerah di mana acara berlangsung.

“Memastikan skrining kesehatan dilakukan tepat sebelum acara berlangsung. Misalnya penggunaan metode screeining yang dapat menyesuaikan situasi dan kondisi di daerah masing-masing. Termasuk pemeriksaan suhu tubuh secara harian,” ujarnya

Baca Juga : Gelombang Pertama Covid-19 di Indonesia Delay 3 Minggu Dibandingkan Dunia, Kok Bisa?

Lalu juga harus dipastikan alat atau material kesehatan pendukung cukup dan mudah terakses saat acara. Misalnya hand sanitizer atau sabun cuci tangan dan masker.

Wiku juga meminta agar promosi kesehatan dilakukan secara konsisten selama berlangsung dalam bentuk visual maupun audio di tempat dan waktu yang strategis. Utamanya terkait pentingnya memakai masker dengan benar, mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas, dan menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Dia juga meminta agar panitia khusus yang telah terbentuk harus memastikan pedoman pelaksanaan ditegakkan. Baik pembatasan kapasitas, jarak, maupun higienitas dalam beraktivitas.

“Kemudian memastikan setiap partisipan mematuhi protokol kesehatan. Termasuk di luar wilayah acara. Misalnya saat di tempat penginapan dan saat bepergian. Selanjutnya segera merujuk kasus positif yang terdeteksi selama acara untuk isolasi maupun perawatan,” katanya.

Selanjutnya pedoman setelah acara setelasi adalah memastikan tidak ada kasus positif yang lolos untuk kembali ke daerah asal. Hal ini untuk memastikan tidak terjadi perluasan penularan sebelum benar-benar sembuh melalui optimalisasi karantina setelah sampai asal daerah.

“Untuk itu saya meminta bagi panitia acara, pemerintah daerah maupun masyarakat setempat dimana acara berlangsung bahu-membahu mensukseskan pelaksanaan acara, beserta pedoman protokol kesehatannya,” ujarnya.

Wiku mengungkapkan bahwa perlu belajar dari pengalaman dari Jepang yang menyelenggarakan Olimpiade Tokyo. Dimana saat protokol kesehatan Olimpiade ditegakkan, masyarakat malah abai dengan mengadakan kegiatan berkumpul dan nonton bersama.

“Pembelajaran ini harus kita ingat dan resapi bersama untuk selalu mematuhi peraturan Kesehatan, baik sebelum saat dan sesudah acara berlangsung,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini