Tanam Mangrove di Cilacap, Presiden Jokowi Upayakan Pemulihan Lingkungan dan Mitigasi Iklim

Antara, · Jum'at 24 September 2021 03:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 337 2476066 tanam-mangrove-di-cilacap-presiden-jokowi-upayakan-pemulihan-lingkungan-dan-mitigasi-iklim-6jARuBGyzY.jpeg Jokowi berbincang dengan masyarakat saat aktivitas menanam mangrove di Cilacap. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menanam mangrove di Desa Tritih, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk melestarikan kawasan hutan mangrove di kawasan tersebut guna mengantisipasi dampak perubahan iklim yang sedang terjadi di dunia.

Dalam penanaman mangrove, Presiden Jokowi didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan pejabat terkait lainnya.

"Saya melakukan penanaman mangrove di kawasan ini bersama-sama dengan masyarakat karena memang rehabilitasi mangrove harus kita lakukan untuk memulihkan, melestarikan kawasan hutan mangrove ini, dan mengantisipasi perubahan iklim yang sedang terjadi sekarang ini di dunia. Untuk memitigasi yang ada," kata Presiden Jokowi di Desa Tritih, Kabupaten Cilacap, dipantau dari Youtube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Presiden berharap dengan penanaman mangrove, maka lingkungan pantai dapat terlindungi dari abrasi air laut dan kondisi lingkungan pesisir pantai menjadi lebih baik.

"Kita harapkan dapat mengurangi energi gelombang, melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, kemudian memperbaiki lingkungan pesisir, dan memperbaiki habitat di daerah pantai," ujar Presiden.

Selain itu, penanaman mangrove di lingkungan pantai diharapkan berdampak kepada peningkatan produksi ikan dan produksi hasil laut lainnya. Dengan begitu, pendapatan masyarakat yang mengandalkan mata pencaharian dari kekayaan laut akan meningkat. 

"Kita harapkan berdampak pada peningkatan produksi ikan dan produksi hasil laut lainnya, terutama ini kepiting ini, tadi kita dapat kepiting dua sehingga nantinya kita dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di pesisir pantai ini," kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Soal Poros Maritim Dunia, Jokowi: Jangan Hanya Jargon tapi Kerja Nyata

Sementara itu, Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan, apa yang diamanatkan Presiden Jokowi, sejak awal tahun ini ialah bahwa langkah pemulihan lingkungan dan perlindungan alam sangat penting sejalan dengan penbangunan ekonomi, dan infrastruktur.

“Oleh karena itu, menanam bersama mangrove saat ini akan dikaitkan dalam rangkaian kerja bapak Presiden untuk mengajak bersama seluruh masyarakat di seluruh Tanah Air untuk menanam bersama untuk memulihkan mangrove kita,” ujar Menteri Siti.

Dikatakan Menteri Siti, hadirnya BRG dan kemudian menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) sudah jelas merupakan langkah mendasar untuk percepatan lemulihan tersebut. Ada keceptan di lapangannya dan ada terobosan-terobosan kebijakannya.

“Saya kira sudah sangat jelas kemajuan akan kebijakan-kebijakan yang ditempuh dalam upaya pemulihan lingkungan dinaksud, seperti solusi permanen karhtula, misalnya, tata kelola gambut, menekan deforestasi, penyelamatan hutan dengan operasi penegakan hukum perambahan hutan, illegal logging, kejahatan kepada satwa dilindubgi dan lain-lain,” ucapnya.

Dalam kaitan penanaman gambut ini, Pemerintah secara konsisten terus mendorong upaya-upaya rehabilitasi ekosistem mangrove dengan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat di seluruh Provinsi di Indonesia. Indonesia memiliki mangrove terluas di dunia yaitu mencapai 3,36 juta hektar atau sekitar 20% mangrove dunia dengan keanakeragaman tertinggi di dunia.

Kegiatan rehabilitasi mangrove di Kabupaten Cilacap seluas 650 ha melibatkan masyarakat lokal. Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo bersama masyarakat melakukan penanaman mangrove pada areal seluas 28 Ha (dari total luasan 650 ha).

Selain bersama masyarakat di Kabupaten Cilacap, pada saat bersamaan 9 Provinsi lain juga melakukan penanaman mangrove. Presiden Jokowi kemudian melanjutkan agenda kunjungan kerja pelepasliaran tukik jenis Lekang (Lepydochelys olivaceae) di pantai Kamulyan Kelurahan Tegal Kamulyan sebanyak 1.000 ekor. Kegiatan ini bertujuan untuk pelestarian satwa penyu di habitat aslinya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini