Bareskrim Tangkap 110 Tersangka Pengedar Uang Palsu

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 23 September 2021 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 337 2475928 bareskrim-tangkap-110-tersangka-pengedar-uang-palsu-wFmgkHjsHe.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri  berhasil menangkap 110 tersangka dari 48 jaringan pengedar uang palsu (upal). Semua tersangka yang diamankan adalah sepanjang operasi yang digelar sepanjang dua tahun belakangan.

(Baca juga: Kompak Bisnis Sabu, Pasutri dan Putri Cantiknya Digulung Polisi)

"Di sini yang kami ekspose adalah kasus yang baru diungkap oleh kami. Sebelumnya dalam dua tahun terakhir ini kami telah mengungkap 48 jaringan dengan total tersangka 110," Wadir Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Whisnu Hermawan Februanto dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (23/9/2021).

(Baca juga: Polisi: Uang Palsu Banyak Dibuat di Jateng, Disebarkan ke Jabodetabek)

Angka itu di luar dari 20 tersangka yang baru ditangkap oleh polisi sepanjang bulan Agustus hingga September 2021 ini. Mereka jaringan pembuatan dan pengedar uang palsu (upal) jenis rupiah dan Dollar Amerika Serikat (AS), di Jawa Tengah (Jateng), Jakarta, Bogor, dan Tangerang.

Sementara, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan, dampak dari peredaran uang palsu ini sangat merugikan masyarakat dari segi ekonomi.

Hal itu kata dia juga bisa menurunkan kepercayaan dari masyarakat terhadap mata uang rupiah itu sendiri. Apalagi, menurut Rusdi, pelaku kerap mengedar upal ke pusat aktivitas masyarakat, seperti pasar tradisional.

"Para penjual barang-baranf di pasar, pengetahuan tentang uang asli dan uang palsu itu sangat rendah. Ini hal yang sering dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melakukan tindakannya," ujar Rusdi.

Selain itu, sambung Rusdi, modus operandi yang digunakan oleh pengedar uang palsu adalah dengan iming-iming bisa menggandakan uang kepada warga.

"Ketika uang yang diberikan kepada korban biasanya uang palsu baik rupiah maupun mata uang asing. Ini beberapa modus operandi yang sering dilakukan oleh para pelaku tindak pidana pemalsuan uang dan juga peredaran daripada uang palsu itu sendiri," tutup Rusdi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini