1.296 Klaster Covid-19 Ditemukan Selama PTM, Kemenkes : Prokes Harus Dipatuhi

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 23 September 2021 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 337 2475677 1-296-klaster-covid-19-ditemukan-selama-ptm-kemenkes-prokes-harus-dipatuhi-0l2deGG3SX.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan mengizinkan pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah pada daerah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1, 2, dan 3.

Selama pelaksanaan PTM itu, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mencatat per 20 September 2021, dari 46.500 sekolah yang melaksanakan PTM ada 2,8% atau 1.296 sekolah yang melaporkan klaster Covid-19.

Merespons hal ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebut, protokol kesehatan (prokes) harus diterapkan dengan baik.

“Perlu kerjasama yang baik antara pihak sekolah, orangtua dan siswa. Protokol kesehatan sangat penting ditegakkan untuk menghindari penularan di komunitas termasuk sekolah,” katanya dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (23/9/2021).

Nadia mengingatkan, beberapa hal yang harus diperhatikan di sekolah. Itu adalah cara menerapkan protokol kesehatan yang esensial, seperti menjaga jarak minimal satu meter, mengharuskan semua orang memakai masker, dan memastikan siswa dapat mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur.

Baca Juga : 1.296 Klaster Covid-19 Muncul Selama PTM

“Bantu kami mewujudkan pelaksanaan protokol kesehatan. Semua harus patuh dan jangan sungkan untuk mengingatkan orang lain yang tidak taat protokol kesehatan. Bersama kita bisa akhiri pandemi ini dan bebas dari Covid-19. Teruskan perjuangan kita bersama, untuk merdeka dari Covid-19. Ayo pakai masker dan segera divaksinasi!,” kata Nadia.

Karena itu, ia kembali mengajak masyarakat untuk juga tidak menunda-nunda bila kesempatan vaksinasi Covid-19 sudah ada. Terutama bagi lansia yang menjadi kelompok prioritas dalam vaksinasi nasional. “Sekali lagi kami tekankan, bahwa kelompok lansia harus diprioritaskan,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini