Peralihan Musim, BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi 4-6 Meter

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 23 September 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 337 2475618 peralihan-musim-bmkg-ingatkan-waspada-gelombang-tinggi-4-6-meter-MmQNVkhP5R.jpg Ilustrasi (Dok Sindo)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi 4 sampai 6 meter saat peralihan cuaca seperti saat ini.

“Pada musim peralihan, gelombang tinggi, badai, angin kencang, atau cuaca buruk dapat sewaktu-waktu terjadi. Ketinggian gelombang bisa mencapai kisaran 4-6 meter,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/9/2021).

Sebelumnya, BMKG memprediksi wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan lebih besar dari biasanya. Wilayah itu di antaranya sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian selatan, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian barat hingga selatan, Sulawesi, Maluku Utara bagian barat, Pulau Seram bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

“Puncak musim hujan periode 2021/2022 sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022,” kata Dwikorita.

Baca Juga : Hujan Petir Diprediksi Melanda Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Dwikorita juga menyebut, berdasarkan pemantauan parameter anomali iklim global oleh BMKG dan institusi-institusi internasional lainnya, terdapat indikasi/peluang bahwa ENSO Netral akan berkembang menjadi La Nina dengan kategori lemah hingga moderat menjelang akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022. Sementara itu, Indian Ocean Dipole Mode (IOD) Netral diprediksi bertahan setidaknya hingga Januari 2022.

“Jika La Nina terjadi, maka akan berdampak pada peningkatan curah hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal ini juga berdampak pada risiko terjadinya bencana hidrometeorologi,” ucapnya.

Dwikorita mengatakan, perubahan cuaca ekstrem jelang masa peralihan sangat mempengaruhi keselamatan pelayaran perahu nelayan saat tengah mencari ikan. Karena itu, BMKG mengimbau nelayan terus mengupdate informasi cuaca sebelum memutuskan berlayar.

“Selain membaca tanda-tanda alam seperti kemunculan awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol bergulung-gulung, nelayan perlu juga mengakses informasi cuaca real time yang dikeluarkan pemerintah melalui BMKG,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini