TNI AL dan Indian Navy Dikejutkan Kehadiran Pesawat Tak Dikenal

Riezky Maulana, iNews · Kamis 23 September 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 337 2475569 tni-al-dan-indian-navy-dikejutkan-kehadiran-pesawat-tak-dikenal-fFHDMKuHBz.jpg (Foto : Istimewa)

JAKARTA - TNI AL mengerahkan unsur KRI Bung Tomo-357 dan KRI Malahayati-362, sedangkan Indian Navy diperkuat oleh INS Kadmatt P29 dan INS Shivalik F47 untuk berpatroli.

Melihat adanya pesawat tempur tak dikenal melintas, sontak KRI Bung Tomo-357 langsung mengambil alih komando, lalu memerintahkan untuk membentuk formasi anti serangan udara. Kemudian, meningkatkan derajat kesiagaan serta diaktifkanlah seluruh persenjataan dan sensor anti serangan udara.

Semua personel menempati pos tempur di kapal sesuai buku induk tempurnya. Laporan sadapan melalui radio komunikasi internal dan eksternal antar kapal perang, bersahut-sahutan melaporkan perkembangan situasi kontak serangan udara di ruang Pusat Informasi Tempur (PIT).

Tenang, itu semua adalah simulasi yang dilakukan dalam latihan militer TNI Angkatan Laut (AL) jajaran Koarmada I dengan Indian Navy bertajuk 'Samudra Shakti 21'. Latihan ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 20 September 2021.

Baca Juga : Ketika Preman Terminal Menjadi Prajurit Elite TNI

Adapun latihan bersama ini mengambil tempat di tiga lokasi, yakni Laut Jawa, Selat Sunda, serta Samudera Hindia. Pada latihan yang digelar Senin (20/9/2021), AL kedua negara melakukan skenario pengusiran pesawat udara tak dikenal atau Air Defence Exercise (ADEX) yang memasuki batas ALKI 1 Laut Jawa.

Komandan KRI Bung Tomo-357, Kolonel Laut (P) Rizki Prayudi selaku Komandan Gugus Tugas mengatakan, Latma Samudra Shakti ini digelar setiap tahun, dimana tuan rumah secara bergantian baik TNI AL maupun Indian Navy.

Sementara itu, Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah menjelaskan, bila ada persoalan yang ditemukan dalam latihan, itu menunjukan perubahan situasi dan perkembangan kemampuan profesionalisme dalam melaksanakan latihan bilateral. Untuk dapat beradaptasi secara cepat, kata Arsyad maka perencanaan yang bersifat fleksibilitas perlu dipersiapkan.

"Meski di tengah pandemi, tujuan latihan harus dapat dicapai melalui pengembangan prosedur bersama, skenario latihan dengan melakukan latihan komunikasi dan manuver taktis,” ungkap Arsyad melalui keterangan tertulis dikutip Kamis (23/9/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini