Jokowi Bilang Politisasi dan Nasionaliasi Vaksin Covid-19 Harus Diakhiri

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 23 September 2021 06:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 337 2475532 jokowi-bilang-politisasi-dan-nasionaliasi-vaksin-covid-19-harus-diakhiri-g5HO85X3bs.jpg Presiden Jokowi (Foto : Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan krisis Covid-19 menunjukkan rapuhnya ketahanan kesehatan global, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Ia pun meminta agar politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri.

Jokowi menegaskan bahwa ketimpangan vaksin antarnegara harus segera diatasi. Melalui Covax Facility, kerja sama berbagi dosis atau dose-sharing dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan.

Selain itu, Jokowi juga menekankan terkait solidaritas dan kerja sama merupakan kunci agar dunia segera keluar dari pandemi dan segera pulih bersama. Kaena itu, arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia harus diperkuat, seperti yang telah dilakukan oleh IMF atau Dana Moneter Internasional di bidang keuangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 22 September 2021, pada acara Global Covid-19 Summit yang digelar secara virtual.

Baca Juga : Level PPKM Tak Bisa Turun jika Vaksinasi Belum Capai Target

"Kita harus menyusun mekanisme baru penggalangan sumber daya kesehatan dunia, termasuk untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia yang antara lain digunakan untuk pembelian vaksin, obat, dan alat kesehatan," ujar Jokowi dilansir dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden.

Menurut Jokowi, standar protokol kesehatan global harus segera disusun agar standar di semua negara bisa sama. Standar tersebut antara lain mengatur tentang perjalanan lintas batas negara.

Di samping itu, Presiden juga menyerukan agar negara berkembang harus diberdayakan menjadi bagian dari solusi. Kapasitas manufaktur lokal harus dibangun agar kebutuhan vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan bisa tersedia secara cepat dan merata di seluruh dunia.

"Indonesia berkomitmen dan mampu menjadi bagian dari rantai pasok global. Sebagai Presiden G20 tahun depan, Indonesia akan berkontribusi pada upaya dunia memperkuat arsitektur ketahanan kesehatan global demi anak cucu kita di masa depan," tandasnya.

Untuk diketahui, pertemuan tingkat tinggi dunia terkait penanganan pandemi Covid-19 tersebut digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Ini merupakan pertemuan kedua yang digagas Presiden Biden setelah Meeting of Major Economic Forum pada 17 September 2021 lalu.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini