Cuaca Ekstrem, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Banjir Bandang dan Longsor

Widya Michella, MNC Media · Kamis 23 September 2021 05:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 337 2475513 cuaca-ekstrem-bmkg-imbau-masyarakat-waspada-banjir-bandang-dan-longsor-0Lt1TdOTQo.jpg Ilustrasi cuaca ekstrem (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di masa peralihan (Pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan. Di mana, mulai dari hujan disertai petir dan angin kencang serta hujan es.

“Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati demikian dikutip pada laman resmi BMKG, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga:  BMKG Prediksi Sepekan ke Depan Sebagian Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Lebat

Ia menyampaikan, arah angin bertiup sangat bervariasi, sehingga mengakibatkan kondisi cuaca dapat dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya. Namun, secara umum biasanya cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam.

Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menjelaskan tanda-tanda terjadinya cuaca ekstrem sudah mulai dirasakan di wilayah Jabodetabek, misalnya seperti di sekitar kota Depok pada Selasa 21 September terjadi hujan es yang disertai angin kencang terjadi dan menyebabkan pohon tumbang serta menimbulkan beberapa kerusakan lainnya.

Sepekan ke depan lanjutnya hampir sebagian wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir/angin kencang. Daerah-daerah tersebut yaitu, Riau Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara. Wilayah lainnya, yaitu Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Baca Juga:  2 Kecamatan di Sukabumi Diterjang Longsor dan Angin Kencang

Ia meminta masyarakat untuk terus memantau informasi mengenai cuaca yang bisa diakses seluruh masyarakat melakui aplikasi InfoBMKG.

“Saat angin kencang, bagi pengendara lebih baik menepi dulu untuk menghindari risiko pohon atau baliho tumbang. Bagi para nelayan juga waspada gelombang tinggi. Jangan memaksakan melaut jika cuaca sedang buruk. Update terus informasi melalui InfoBMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.

BMKG sendiri, lanjutnya telah mengeluarkan peringatan dini pada 13 September lalu mengenai potensi cuaca ekstrem selama periode peralihan musim (pancaroba) untuk wilayah Jawa Barat dan wilayah lainnya. Peringatan dini tersebut, lanjut dia, kemudian dipertajam dengan informasi peringatan dini dalam skala waktu harian di mana pada tanggal 20 September 2021, wilayah Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi hujan lebat.

"Kemudian, pada tanggal 21 September 2021, BMKG mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang meliputi wilayah Jabodetabek termasuk wilayah Depok dan sekitarnya mulai siang hari jam 13.30 WIB dengan potensi hingga malam hari," jelasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini