3 Strategi KPK Tangkap Koruptor

Widya Michella, MNC Media · Kamis 23 September 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 337 2475495 3-strategi-kpk-tangkap-koruptor-NCyicsCU1i.jpg Gedung KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyampaikan ada tiga strategi untuk menindaklanjuti proses pencegahan korupsi di Indonesia yaitu penangkapan, menggunakan sistem dan pendidikan penyelenggaraan negara.

"Mulai kepemimpinan periode kelima ini kami KPK menggunakan tiga strategi kalau sudah Fultoit (sempurna) melakukan tindak pidana korupsi kami tangkap. Supaya pelakunya jera dan yang lain takut itu harapannya," ujar Nurul dalam konferensi pers kegiatan tangkap tangan di Kolaka timur yang disiarkan melalui akun Youtube KPK, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga:  Suap Dana Hibah, Peran Bupati Kolaka Timur Muluskan Pemenang Tender

Kedua, mencegah dengan sistem misalnya sistem pengelolaan keuangan BNN, perizinan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) yang secara limitatif agar tersempitkan untuk melakukan korupsi. Ketiga, adanya pendidikan untuk para penyelenggara negara.

"Karena itu tiga-tiganya itu akan secara stimulan kami kerjakan secara bersamaan tidak kemudian memberatkan kepada salah satunya termasuk juga sebagaimana OTT suap berbagai kab/kota maupun provinsi," ucapnya.

Ia mengatakan, akan terus menindaklanjuti dengan pencegahan pendampingan maupun pendidikan kepada para penyelenggara negara agar mereka sadar dari dalam dirinya bahwa korupsi bukan hanya merugikan bangsa dan negara tetapi juga merugikan keluarganya dan diri sendiri akan terhina.

"Itu yang kan kami laksanakan, tidak ingin kami menangkap karena sesungguhnya mengangkap demi menangkap itu menunjukkan bahwa tugas pencegahan agar tidak ada suap itu masih belum berhasil," imbuhnya.

Baca Juga: Suap Dana Hibah, Bupati Kolaka Timur Minta Jatah Rp250 Juta

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini