Kronologi OTT Bupati dan Kepala BPBD Kolaka Timur

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 22 September 2021 21:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 337 2475448 kronologi-ott-bupati-dan-kepala-bpbd-kolaka-timur-TfbQbJFeIF.jpg KPK tetapkan Bupati Kolaka Timur (Foto: Raka MNC Portal)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur (AMN) dan Kepala BPBD Kolaka Timur Anzarullah (ANZ) sebagai tersangka suap terkait dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan konstruksi perkara operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan kepada Bupati Kolaka Timur dan anak buahnya itu. Operasi senyap itu dilakukan pada Selasa tanggal 21 September 2021.

Tim KPK, kata Ghufron, menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diduga telah disiapkan dan diberikan oleh Anzarullah.

"Tim KPK selanjutnya bergerak dan mengikuti AZR yang telah menyiapkan uang sejumlah Rp225 juta. Dalam komunikasi percakapan yang dipantau oleh Tim KPK, AZR menghubungi ajudan AMN untuk meminta waktu bertemu dengan AMN di rumah dinas jabatan Bupati," ujar Ghufron dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: KPK Tetapkan Bupati dan Kepala BPBD Kolaka Timur Tersangka

Anzarullah, kata Ghufron, kemudian bertemu langsung dengan Andi di rumah dinas jabatan Bupati dengan membawa uang Rp225 juta untuk diserahkan langsung kepada Andi.

"Namun oleh karena di tempat tersebut sedang ada pertemuan kedinasan sehingga AMN menyampaikan agar uang dimaksud diserahkan oleh AZR melalui ajudan yang ada di rumah kediaman pribadi AMN di Kendari," jelasnya.

Baca juga: Tiba di KPK, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Membisu

Saat meninggalkan rumah jabatan Bupati, lanjut Ghufron, tim KPK langsung mengamankan Anzarullah, Andi, dan pihak terkait lainnya serta uang sejumlah Rp225 juta.

Semua pihak yang diamankan, kemudian dibawa ke Polda Sulawesi Tenggara untuk dilakukan permintaan keterangan dan selanjutnya dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Setelah dilakukan pengumpulan berbagai bahan keterangan dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, selanjutnya KPK melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan keduanya (sebagai) tersangka," ungkap Ghufron.

Baca juga: 6 Fakta OTT Bupati Kolaka Timur, Laporan Kekayaannya Mengejutkan

Atas ulahnya, Anzarullah selaku pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Terjaring OTT KPK, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Diperiksa di Mapolda Sultra

Sedangkan, Andi selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini