Berikut 10 Aksi Teror Ali Kalora Sebelum Tewas Ditembak

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 22 September 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 337 2475351 berikut-10-aksi-teror-ali-kalora-sebelum-tewas-ditembak-G50fgr1nQc.jpg Ali Kalora (foto: ist)

JAKARTA - Satgas Madago Raya merilis setidaknya 10 aksi teror yang dilakukan oleh pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Ali Ahmad alias Ali Kalora, sebelum tewas ditembak oleh aparat. Aksi itu setidaknya berlangsung sejak tahun 2017 hingga 2021.

Kasatgas Humas Ops Madago Raya, Kombes Didik Supranoto mengungkapkan bahwa, Ali Kalora merupakan pentolan di jaringan tersebut yang ahli dalam merakit bom lontong dan memiliki kemampuan bertahan hidup di tengah pelarian selama ini.

"Ali Kalora kerap menyamar sebagai warga biasa, dan menjadi petani untuk menghindar dari kejaran pasukan pemburu teroris," kata Didik kepada wartawan, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Baca juga:  Satgas Madago Raya Rilis Selebaran 4 DPO Anak Buah Ali Kalora

Menurut Didik, ada 10 kasus pembunuhan dan pembakaran yang diduga dilakukan oleh Ali Kalora. Pertama ialah kasus pembunuhan di Desa Parigi Moutong pada 3 Agustus 2017 dengan korban Simon Suju.

Kemudian, pembunuhan di Desa Salubanga, Parigi Moutong pada 30 Desember 2018 dengan korban Ronal Batau alias Anang. Setahun kemudian, ia mulai gencar melakukan aksi pembunuhan.

Baca juga:  Aksi Senyap Koopgabsus Tricakti TNI Tewaskan 7 Teroris Poso Sepanjang 2021

Tercatat ada dua kasus pembunuhan yang dilakukan pada 2019, yakni di Pegunungan Penghulu KananDesa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigit dengan korban Njue pada 23 Mei 2019. Kemudian, pembunuhan di Pegunungan Batu Tiga, Kecamatan Parigi Selatan dengan dua korban yakni Tamar dan Patte pada 25 Juli 2019.

Kemudian, pada 2020, ia melakukan lima pembunuhan di sejumlah titik di Pesisir Utara. Pada 7 April 2020, korban atas nama Rattapo alias Daeng Tapo dibunuh di perkebunan dusun.

Lalu, pada 19 April 2020 Ali Kalora diduga membunuh seorang warga bernama Ambo Ajeng di Pegunungan KM 9, Desa Kawende, Pesisir Utara. Berikutnya, aksi pembunuhan kembali dilakukan di perkebunan Tahiti, Desa Sangginora pada 9 Agustus 2020.

Kasus pembunuhan terakhir pada 2020 dilakukan pada 14 Agustus. Kala itu, petugas menemukan jenazah mayat di jalan Trans Poso Napu, Desa Maholo, Kecamatan Lore Timur atas nama korba Eliyas Lapulalang.

Di tahun 2020, pembunuhan terakhir dilakukan oleh Ali Kalora cs disertai dengan pembakaran di Dusun V Trans Lenovu Desa Lembantongoa pada 27 November. Dalam aksi ini, ada empat korban meninggal dunia.

"Kesepuluh, pembunuhan di pegunungan Patiroa Desa Kalimago, Lore timur, Poso tanggal 11 Mei 2021, korban 4 orang atas nama Lukas Lese Puyu, Paulus Papa, Simson Susa, Marten Solong," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini