Penyidik KPK Bawa Bupati Kolaka Timur dan Barang Bukti ke Jakarta

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 22 September 2021 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 337 2475348 penyidik-kpk-bawa-bupati-kolaka-timur-dan-barang-bukti-ke-jakarta-O0PxVqreRy.jpg Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur (foto: ist)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memboyong Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur beserta lima orang lainnya ke Jakarta. Kelimanya berhasil diamankan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Selasa 21 September 2021 malam.

"Dalam kegiatan tangkap tangan KPK di Kabupaten Kolaka Timur, diamankan enam orang diantaranya Bupati, Kepala BPBD dan para Ajudan Bupati," ujar Pelaksana tugas (Plt) Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Baru Tiga Bulan Dilantik, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Terjaring OTT KPK

"Saat ini para pihak dalam perjalanan menuju Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK," tambahnya.

Selain menangkap beberapa pihak, tim juga mengamankan sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan OTT tersebut. Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan secara detail ihwal siapa saja yang diamankan, berapa jumlah uang, serta kronologi operasi senyap tersebut.

Baca juga: Terciduk KPK, Bupati Kolaka Timur Tidak Mempunyai Mobil dan Hartanya Rp 478 Juta

"Dalam kegiatan tangkap tangan dimaksud juga diamankan sejumlah uang tunai sebagai barang bukti," jelasnya.

Sebelumnya, tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa, 21 September 2021, malam. Salah satunya adalah Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur.

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT di Kolaka Timur tersebut. KPK akan mengumumkan secara lengkap siapa saja pihak-pihak yang diamankan serta kronologi OTT di Kolaka Timur, pada saatnya nanti.

"KPK masih memiliki waktu untuk menentukan sikap dari hasil pemeriksaan yang saat ini masih berlangsung. Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini