Jokowi Hadiri Covid-19 Summit yang Diadakan Joe Biden Malam Ini

Kiswondari, Sindonews · Rabu 22 September 2021 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 337 2475158 jokowi-hadiri-covid-19-summit-yang-diadakan-joe-biden-malam-ini-DnCsMNxDuB.jpg Foto: Biro Setpres

JAKARTA - Komisi I DPR menggelar rapat kerja (raker) bersama Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Mahendra Siregar. Dalam raker tersebut,  mengungkapkan adanya sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang telah dan akan segera digelar, baik dalam kerangka ataupun di luar kerangka Sidang Majelis Umum PBB di New York terkait pandemi Covid-19 dan perubahan iklim.

(Baca juga: Terciduk KPK, Bupati Kolaka Timur Tidak Mempunyai Mobil dan Hartanya Rp 478 Juta)

 "Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menggelar dua summit di waktu yang hampir berdekatan dengan jadwal sidang Majelis Umum PBB, yang pertama Meeting of Major Economics, berkaitan dengan pembahasan energi dilakukan tanggal 17 September lalu yang mengupayakan fokus global menangani isu energi, dan berdampak pada perubahan iklim,”kata Mahendra di Ruang Rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

(Baca juga: Viral! Suami Selingkuhi Sepupu Istrinya yang Seksi)

“Dan pertemuan lainnya berkaitan dengan Covid-19, disebut Covid-19 Summit dilakukan pada malam ini, untuk membahas upaya dunia dalam mengatasi pandemi,” sambungnya.

Dia menambahkan, untuk kedua summit itu Indonesia diundang dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir secara virtual live dalam pertemuan-pertemuan itu, termasuk Covid-19 Summit yang akan digelar pada malam ini.

Sementara dalam Sidang Umum PBB, sambung Mahendra, diadakan High Level Meeting on Energy, High Level Side Event on Climate Change dan Ministerial Meeting on Pandemic Preparedness and Response.

Menurut Mahendra, pertemuan-pertemuan tersebut membuktikan bahwa masalah pandemi Covid-19 dan perubahan iklim menjadi isu global dan diprediksi akan terus mewarnai hingga 2022.

"Artinya, isu kesehatan dan perubahan iklim masih dan akan mewarnai agenda global saat ini dan setidaknya tetap menjadi fokus hingga 2022 mendatang," tutup Mahendra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini