3 Pegawai KPK Kembalikan Barang Sitaan ke Koruptor, Dihukum Teguran Tertulis

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 22 September 2021 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 337 2475120 3-pegawai-kpk-kembalikan-barang-sitaan-ke-koruptor-dihukum-teguran-tertulis-GTdRHCELyY.jpg Sidang pegawai KPK yang terbukti langgar kode etik (Foto : Tangkapan layar video)

JAKARTA - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjatuhkan hukuman kepada tiga pegawai lembaga antikorupsi itu pada hari ini Rabu (22/9/2021). Ketiga pegawai KPK itu yakni Ristanta, Hengky dan Eri Angga Permana, mereka terbukti menyerahkan berang sitaan ke koruptor.

Ketiganya terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku pasal 7 ayat 1 huruf c peraturan Dewas nomor 2 tahun 2020 tentang penegakan kode etik dan pedoman perilaku KPK

"Menghukum terperiksa Ristanta, Hengky dan Eri Angga Permana masing-masing dengan sanksi ringan berupa teguran tertulis I dengan masa berlaku hukuman selama tiga bulan," ujar Anggota Dewas sekaligus Ketua Majelis, Harjono, dalam sidang secara daring, Rabu (22/9/2021).

Dewas menyatakan Ristanta, Hengky dan Eri Angga Permana terbukti bersalah karena telah melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku berupa kunjungan ke lapas kelas I Tangerang pada hari Selasa tanggal 4 mei 2021 tanpa dilengkapi surat tugas dan atau izin atasan.

Baca Juga : Periksa Prasetyo Edi, KPK Selisik Penganggaran Penyertaan Modal untuk Sarana Jaya

"(Kunjungan itu) untuk mengembalikan barang sitaan rutan KPK kepada warga binaan Leonardo Susminarta Prasetyo dan melakukan pertemuan dengan warga binaan lainnya sebagaimana diatur dalam pasal 7 ayat 1 huruf c peraturan dewan pengawas nomor 2 tahun 2020 tentang penegakan kode etik dan perilaku KPK," jelasnya.

Dalam memutuskan Dewas mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan ketiga pegawai KPK itu telah menyalahgunakan pengaruh dan kapasitasnya sebagai pegawai anti rasuah untuk memperoleh fasilitas kunjungan di Lapas klas 1 Tangerang tanggal 4 Mei 2021.

"Para terperiksa mengetahui terdapat larangan kunjungan bagi warga binaan kecuali aparat penegak hukum dalam masa pandemi Covid-19 berdasarkan surat edaran dirjen pemasyarakatan Kemenkumham RI nomor PAS-20.PR0101 Tahun 2020 tentang langkah progresif dalam penanggulangan penyebaran virus corona disease covid 19 pada unit pelaksana teknis pemasyarakatan," kata Harjono.

"Yang meringankan, para terperiksa mengakui dan menyesali perbuatannya," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini