Periksa Prasetyo Edi, KPK Selisik Penganggaran Penyertaan Modal untuk Sarana Jaya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 22 September 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 337 2475092 periksa-prasetyo-edi-kpk-selisik-penganggaran-penyertaan-modal-untuk-sarana-jaya-lGqYTlJBEK.jpg Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (Foto : Instagram/@prasetyoedimarsudi)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi keterangan Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di daerah Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. Keterangan itu didapat setelah penyidik memeriksa Prasetyo Edi sebagai saksi pada Selasa, 21 September 2021, kemarin.

Salah satu keterangan Prasetyo yang telah dikantongi KPK, yakni soal proses penganggaran usulan Pemprov terkait penyertaan modal untuk Perumda Sarana Jaya di Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI. Penyertaan modal tersebut, diketahui untuk pengadaan tanah di Munjul yang kini berujung rasuah.

"Prasetyo Edi Marsudi (Ketua DPRD DKI Jakarta), yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi pada pokoknya antara lain terkait dengan bagaimana proses penganggaran oleh Banggar di DPRD DKI Jakarta yang diusulkan oleh Pemprov DKI Jakarta yang salah satunya digunakan untuk penyertaan modal ke Perumda Sarana Jaya," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (22/9/2021).

Ali menjelaskan bahwa seluruh keterangan Prasetyo Edi Marsudi pada pemeriksaan kemarin telah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Nantinya, BAP tersebut akan diuji dan dikonfirmasi kembali kepada saksi lainnya di persidangan perkara ini.

"Keterangan para saksi tersebut tentu detailnya telah tertuang dalam BAP dan saat ini belum bisa kami sampaikan karena akan dibuka seluas-luasnya pada proses persidangan di pengadilan Tipikor," pungkasnya.

Baca Juga : Ketua DPRD dan Gubernur DKI Siap Penuhi Panggilan KPK

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan tiga orang dan satu korporasi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. Adapun, tiga orang tersangka itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan (YRC).

Kemudian, Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian (TA), dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene (AR). Sedangkan satu korporasi yang juga ditetapkan tersangka dalam perkara ini yaitu, PT Adonara Propertindo (AP).

Dalam perkara ini, Yoory Pinontoan disebut melakukan kesepakatan dengan Anja berkaitan dengan pembelian lahan di daerah Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, pada 8 April 2019. Yorry disebut sebagai pihak pembeli. Sedangkan Anja merupakan pihak penjual tanah.

Setelah dilakukan kesepakatan, terjadi pembayaran awal sebesar 50 persen atau sejumlah Rp108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI. Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory, dilakukan pembayaran oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya kepada Anja Runtunewe sebesar Rp43,5 miliar.

KPK menemukan dugaan perbuatan melawan hukum berkaitan dengan pengadaan tanah di Munjul tersebut. Adapun, perbuatan melawan hukum tersebut meliputi, tidak adanya kajian kelayakan terhadap objek tanah; tidak dilakukannya kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait.

Kemudian, beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah juga diduga kuat dilakukan tidak sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara backdate: serta adanya kesepakatan harga awal antara pihak Anja Runtunewe dan Periksa PT Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan. Perbuatan itu kemudian diduga mengakibatkan kerugian negara sekira Rp152,5 miliar.

Setelah dilakukan pengembangan, KPK kembali menetapkan satu tersangka lainnya dalam perkara ini. Satu tersangka lainnya itu yakni, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM), Rudy Hartono Iskandar (RHI). Rudy Hartono ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan bukti permulaan yang cukup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini