Barcode Sertifikat Vaksin di Indonesia Tak Terbaca di Arab Saudi, Ini Penjelasan Kemenkes

Widya Michella, MNC Media · Rabu 22 September 2021 03:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 337 2474935 barcode-sertifikat-vaksin-di-indonesia-tak-terbaca-di-arab-saudi-ini-penjelasan-kemenkes-Wiyh4uEXoL.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali menyampaikan permasalahan barcode sertifikat vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tidak dapat terbaca pada sistem bandara di Arab Saudi.

"Pengamatan kami di lapangan bahwa QR Code adalah menjadi hal yang mutlak ketika pembacaan sertifikat vaksin tersebut di bandara Arab Saudi dan kami sudah mencoba membaca QR Code sertifikat dari Indonesia sampai pada saat kami mencoba uji coba itu belum bisa terbaca berbeda dengan sertifikat dari Nigeria kemudian dari negara-negara lain yang sudah masuk,"kata Endang saat Diskusi Publik Apa Kabar Umrah Kita, Selasa,(21/09/2021).

Sehingga kemudian menurutnya perlu menjadi perhatian bersama QR Code Sertifikat Vaksin Indonesia apakah sudah siap terintegrasi dengan penerbangan Arab Saudi.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Abdul Kadir menyampaikan barcode sertifikat vaksin Covid-19 Kemenkes RI dalam aplikasi Pedulilindungi hanya berlaku di negara Indonesia.

"Aplikasi pedulilindungi memang hanya berlaku di negara Indonesia jadi saudara-saudara kita misalnya saat mereka akan masuk ke dalam asrama haji misalnya itu masuk ke dalam ibadah umroh maka itu bisa dilakukan semacam suatu pemeriksaan dengan memperlihatkan pedulilindungi,"jelasnya.

Ia mengatakan calon jamaah dapat mendownload program tersebut di dalam aplikasi di smartphone masing masing yang mana dapat mendeteksi seseorang yang belum melakukan vaksinasi. "Termasuk juga bilamana terdeteksi bahwa PCR positif itu akan keluar informasinya berwarna hitam dan mereka pasti langsung dikarantina,"jelasnya.

Nantinya Kemenkes RI akan membuat program khusus untuk calon jamaah haji terkait vaksinasi dan tentunya Kemenkes tidak akan mengizinkan mereka dapat umroh kalau tidak mempunyai sertifikat vaksinasi.

"Tentunya vaksin yang digunakan adalah yang direkomendasikan oleh Saudi Arabia," imbuhnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini