Indonesia Tinggal Tunggu Komando dari Arab Saudi untuk Pelaksanaan Umrah

Widya Michella, MNC Media · Selasa 21 September 2021 22:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 337 2474898 indonesia-tinggal-tunggu-komando-dari-arab-saudi-untuk-pelaksanaan-umrah-VIc151R3Ep.jpg Kondisi Masjidil Haram saat pandemi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan terkait penyelenggaraan umrah, sebagai langkah terakhir Indonesia hanya tinggal menunggu komando dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi. Hal itu disampaikannya setelah ia bertemu dengan Dirjen Administrasi Umum di Kementerian Haji khususnya untuk umrah di Arab Saudi.

"Tentunya ini adalah merupakan sebuah upaya di mana kami melihat responsif dari Pemerintah Arab Saudi sangat luar biasa dari 5 negara pengirim terbesar umrah. Mereka selalu mengatakan bahwa Indonesia adalah prioritas kami sehingga kami terus mendorong kebijakan-kebijakan Arab Saudi agar segera dibuka Indonesia untuk jamaah umrah,"urai Endang saat Diskusi Publik Apa Kabar Umrah Kita, Selasa,(21/09/2021).

Pada kesempatan itu, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khoirizi menjelaskan sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah mencabut suspend perjalanan internasional untuk Indonesia namun hanya terbatas yang memiliki izin tinggal dengan syarat sudah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui Arab Saudi.

Baca Juga: Kemenkes: Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Terjadi Jika Aktivitas Masyarakat Tidak Diimbangi Prokes

"Alhamdulillah sekarang kita sudah dibuka berarti sudah ada tanda-tanda ke sana bagaimana kita melakukan diplomasi lebih lanjut,"jelasnya.

Lalu terkait vaksin Sinovac kini telah diakui oleh WHO dan pemerintah Arab Saudi. Walaupun begitu Pemerintah Arab Saudi tetap mewajibkan pemberian dosis ketiga atau booster dengan vaksin yang diakui Arab Saudi.

"Kedua vaksin kita yang semula tidak diakui dari alhamdulillah hari ini sudah diakui oleh WHO bahkan pemerintah Arab Saudi sudah melakukan kajian-kajian untuk bagaimana vaksin ini juga menjadi bagian vaksin yang diterima di Arab Saudi,"jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Abdul Kadir menyampaikan masih menunggu rilis resmi dari Kemenkes Arab Saudi. Ia pun menyatakan komitmen Kemenkes RI untuk memprioritaskan calon jamaah umrah agar mendapatkan vaksin booster.

"Nanti akan diterbitkan peraturan booster setelah Kementerian Arab Saudi memberikan rilis resminya. Mereka untuk calon jamaah haji dan umrah akan mendapatkan perlakuan khusus tentunya akan kita penuhi sebelum berangkat,"ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini