Deretan Kasus Pembunuhan Kerabat Sendiri, Nomor 2 karena Punya Utang

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 22 September 2021 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 337 2474823 deretan-kasus-pembunuhan-kerabat-sendiri-nomor-2-karena-punya-utang-drPycfissq.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejumlah kasus pembunuhan dengan pelakunya kerabat sendiri kerap terjadi di Indonesia. Sehingga, hal itu tak jarang menghebohkan warga karena tak menyangka pembuh korbannya orang terdekat.

Berikut kasus pembunuhan yang dilakukan kerabat sendiri dilansir dari berbagai sumber:

1. Pembunuhan karena Ingin Merampok Korbannya

Seorang karyawan hotel berinisial SM (34) ditemukan di kamar kosnya di Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (18/8/2021) malam. Dia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, dengan kondisi wajah tertutup bantal dan kaki membiru.

Pelaku pembunuhan mencekik korban hingga kehabisan napas dan membekap wajahnya dengan menggunakan bantal. Ia merupakan teman dekat korban berinisial BM (39), warga Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. BM mengaku tidak memiliki niat untuk membunuh korban.

Baca juga: Yosef Suami Korban Pembunuhan di Subang Kerap Didampingi Pengacara saat Diperiksa, Kenapa?

Ia datang untuk mengambil harta benda milik teman dekatnya. Namun, ketika berhasil masuk ke dalam kamar kos, korban terbangun dan berteriak. Karena panik, pelaku mecekik korban dingga tewas. Pelaku juga menyiapkan tali yang digantung ke langit-langit agar kematian korban tidak terlihat seperti pembunuhan, tetapi ketika ditemukan, korban masih berada di atas kasur.

Motif awalnya adalah mencuri untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun karena ketahuan, ia berakhir membunuh korban.

Baca juga: Biadab! 4 Fakta Pria di Riau Kapak Bayi hingga Tewas, Penyebabnya Sungguh Sepele

2. Pembunuhan karena Miliki Utang di Klaten

Tubuh DLP (21), warga Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ditemukan telanjang dan membusuk di sebuah kebun di wilayah Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman pada Sabtu (24/7/2021) sore hari.

Pembunuhan sadis ini dilakukan dengan cara memukul kepala bagian belakang dengan pecahan batako satu kali dan bagian atas kepala tiga kali. Setelah meninggalkan korban di lokasi kejadian, pelaku kembali keesokan harinya untuk mengubur korban di sebuah kebun yang berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi kejadian.

Baca juga: CCTV di 55 Titik dari Bandung ke Subang Diperiksa Usut Kasus Pembunuhan Ibu-Anak

Setelah diusut, ternyata RMD (21) lah yang merupakan pelakunya. Pelaku merupakan warga Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah yang tidak lain teman korban saat SMP di Klaten.

Pelaku dari pembunuhan ini berhasil ditangkap dari tempat persembunyiannya di daerah Kembang Janggut, Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, pada Rabu (18/8/2021). Saat ditangkap, pelaku melarikan diri sehingga pihak kepolisian terpaksa menebak kakinya.

Motif dari pembunuhan ini adalah karena emosi lantaran korban punya utang yang belum dibayar sebelumnya, namun mendesak pelaku untuk memberinya utang lagi sebesar satu juta rupiah.

Baca juga: Pria di Riau Kapak Bayi 7 Bulan hingga Tewas Terancam 15 Tahun Penjara

3. Pembunuhan karena Lapar di Oku

Seorang pemuda di Ogan Komering Ulu (OKU) berinisial A dibunuh oleh rekan satu baraknya yang bernama D. Kejadian itu berlangsung di Areal Kebun Karet II R Desa Lunggaian, kecamatan Lubuk Batang, OKU, Sumatera Selatan, pada Rabu (7/4/2021).

Kedua orang yang merupakan buruh sadap karet ini tinggal di dalam satu barak. Saat itu, D dan seorang saksi yang baru pulang bekerja merasa lapar dan berniat makan ketika sampai di barak. Namun, ketika sampai dirinya mendapat kalau nasi yang biasa tersedia di sana habis. Saat itu, di dalam barak hanya ada korban. Pelaku kemudian bertanya apa korban sudah makan, yang dijawab sudah oleh korban.

Emosi, D akhirnya menusuk korban di bagian leher dan dada ketika terlelap. Korban sempat berteriak minta tolong setelah ditusuk, tetapi ketika dibawa ke rumah sakit terdekat, nyawanya sudah tidak tertolong karena lukanya yang cukup parah.

Baca juga: Polri Angkat Bicara! Kasus Tewasnya Ibu-Anak di Subang Diduga Pembunuhan Berencana

4. Pembunuhan karena Dendam di Tulungagung

Mayat SL (45) ditemukan tergeletak di semak-semak di jalur Pantai Selatan Besuki, Tulungagung dengan kondisi mulai membusuk sehingga sulit dikenali pada Selasa (27/4/2021). Korban merupakan warga Pagak, kabupaten Malang.

Hasil autopsi menunjukkan beberapa bekas tanda kekerasan pada tubuh korban. Ada luka memar pada wajah dan dada, beberapa tulang iga yang patah, hingga bagian tengkorak yang mesuk ke dalam. Ada juga pendarahan pada rongga dada dan otak yang diduga merupakan akibat dari pukulan benda tumpul.

Pelaku merupakan salah satu teman dekat korban, SW (31), warga Pagak, kabupaten Malang. Pada awalnya, mereka berangkat ke Trenggalek untuk jalan-jalan. Di Kawasan Prigi Trenggalek, keduanya sempat menyambangi area judi kletek dan ikut bermain. Hanya saja, mereka kalah. Di perjalanan korban terus menerus memaki pelaku menggunakan kata-kata kasar karena korban berpikir kalau pelakulah biang kerok dari kekalahan mereka.

Baca juga: Batal Periksa Yosep, Penyidik Bareskrim Sambangi TKP Pembunuhan Ibu dan Anak

Dengan motif dendam dan emosi, pelaku membunuh korban dengan memukul dan menghantamkan batu besar kearah korban. Pelaku juga membawa kabur sepeda motor, dompet, serta telepon genggam korban.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini