Deretan Kasus Penipuan Arisan Online Hebohkan Tanah Air

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 22 September 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 337 2474779 deretan-kasus-penipuan-arisan-online-hebohkan-tanah-air-DrBPHIvjbs.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Arisan online dengan iming-iming keuntungan ganda memang menarik perhatian masyarakat. Apalagi, arisan ini berlangsung dengan sistem yang sederhana, bahkan ada yang tanpa undian.

Namun, siapa sangka jika arisan online yang ada banyak yang bodong atau abal-abal, sehingga berujung penipuan.

Berikut adalah kasus penipuan arisan online, yang berhasil dihimpun tim Litbang MPI:

1. Makassar, Sulawesi Selatan

Arisan online bodong dilakukan oleh 3 tersangka di Makassar, Sulawesi Selatan sejak Februari 2021. Ketiganya berhasil diringkus polisi pada September 2021

Modus yang dijalankan para tersangka adalah menyelenggarakan arisan online dengan menggunakan jasa selebgram setempat guna menggaet peminat. Alhasil, ada sebanyak 300 peserta yang akhirnya mengikuti arisan abal-abal ini. Setiap peserta menginvestasikan dananya dalam jumlah yang beragam, ada yang mencapai nominal Rp100 juta per orang.

Baca juga: Ratusan Wanita Tertipu Arisan Online, Kerugian Capai Rp2 Miliar

Meskipun awalnya perputaran uang berlangsung lancar, namun lambat laun uang peserta tak kunjung dikembalikan tersangka. Hal itu yang mendorong peserta untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, lantaran sadar sudah menjadi korban penipuan arisan online.

Para tersangka diancam dengan pasal ganda, yakni UU ITE dan KUHPidana tentang penipuan serta penggelapan pasal 378 dan pasal 372. Ancaman kurungan penjara yang menanti adalah 6 tahun.

Baca juga: Diduga Gelapkan Rp4 M Duit Membernya, Admin Arisan Online Aleghoz Diburu Polisi

2. Mojokerto, Jawa Timur

Ratusan remaja dan wanita dewasa menjadi korban arisan online palsu di Mojokerto, Jawa Timur. Total kerugian para korban pun mencapai miliaran rupiah. Kasus itu dilaporkan oleh seorang korban, P, kepada pihak kepolisian pada 1 September 2021.

Tersangka yang diketahui berinisial SMF itu mengelabui korban dengan modus investasi sistem paket simpan modal. Apabila korban dapat mengajak rekan lainnya, maka dijanjikan komisi Rp50 ribu per orang. Melansir Okezone.com, korban mengatakan bahwa tidak ada undian alam arisan ini. Para korban dijanjikan keuntungan hingga Rp300 juta per minggunya.

Arisan tersebut awalnya berjalan lancar, namun sejak Agustus 2021 mandek dan mulai bermasalah. Ditambah, SMF tidak bisa dihubungi guna memberi penjelasan terkait nasib para peserta.

Baca juga: Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penipuan hingga Ratusan Juta

3. Salatiga, Jawa Tengah

Kegiatan arisan online yang merugikan juga terjadi di Salatiga, Jawa Tengah. Bahkan, para korban tidak hanya datang dari kota tersebut, namun ada juga yang berasal dari Semarang, Demak, Boyolali dan Purworejo. Total uang yang dibawa kabur tersangka mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu, kasus ini terkuak setelah puluhan peserta arisan mendatangi rumah tersangka RAP di Salatiga pada 16 Agustus. Peserta arisan itu mendatangi rumah tersangka karena uangnya tak kunjung kembali. Padahal, tersangka menjanjikan keuntungan Rp1,3 juta dari nominal awal yang disetorkan. Kasus ini masih ditangani Polres Salatiga.

Baca juga: Waspada! Kenali 5 Modus Penipuan Berkedok Arisan Online

4. Malang, Jawa Timur

Arisan online bodong rupanya pernah menyasar masyarakat di Malang, Jawa Timur. Adapun total korbannya mencapai 50 orang dengan total kerugian fantastis, yakni Rp 1,5 miliar. Tiga orang korban arisan itu lantas melaporkan penipuan yang mereka alami ke Polresta Malang pada Juni 2021.

Salah satu korban, FD, mengaku tidak pernah menaruh curiga terhadap tersangka NA karena merupakan teman baik kekasihnya. Ia juga tertarik ketika ditawari ikut arisan online.

Awalnya, arisan yang berjalan sejak Januari 2021 itu berlangsung lancar dengan iming-iming keuntungan berlipat ganda. FD menyebut, jika dirinya sempat menerima keuntungan cukup banyak. Kecurigaan mulai muncul ketika NA tiba-tiba hilang dan tidak bisa dihubungi.

Ketika korban mendatangi rumah NA berdasarkan alamat yang tertera di KTP, NA diketahui sudah pindah beberapa bulan sebelumnya. Maka dari itu, para korban memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

Baca juga: Uang Arisan Online Rp3 Miliar Dibawa Kabur, Ratusan Warga Jambi Menjerit

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini