5 Fakta Batu Tak Bisa Dipindah Meski Pakai Eskavator, Kejadian Mistis Kerap Terjadi

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 21 September 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 337 2474711 5-fakta-batu-tak-bisa-dipindah-meski-pakai-eskavator-kejadian-mistis-kerap-terjadi-oA10QyWeEt.jpg Batu yang tak bisa dipindah. (Foto: Solopos)

JAKARTA – Masyarakat dihebohkan dengan batu yang tidak bisa dipindah, di Sragen. Warga sekitar menganggap batu tersebut merupakan batu keramat dan sakral.

Berikut beberapa fakta mengenai batu tersebut, sebagai berikut:

1. Tidak Bisa Diangkat Eskavator

Karena posisinya yang menghalangi jalan, warga setempat berniat memindahkan batu itu ke lokasi lain, dengan menggunakan eskavator. Tetapi, justru eskavator tidak bisa mengangkat dan memindahkan batu.

Warga sempat mencari cara lain dengan memanggil tukang pecah batu. Namun, orang tersebut tidak mau menyentuh batu keramat itu.

“Karena ekskavator tak mampu, kemudian kami mendatangkan tukang ahli pecah batu. Ia sempat datang ke sini. Namun, ia hanya menengok batu itu dan tidak mau memecah batu itu," jelas Tumin (55), warga sekitar ketika diwawancara Solopos.com di lokasi, Minggu (19/9).

2. Gua Persembunyian Pangeran Mangkubumi

Batu berdiameter sekitar satu meter terletak di dekat gua petilasan Pangeran Mangkubumi di Dukuh Gebangkota, Desa Gebang, Masaran, Sragen, Jawa Tengah.

Baca juga: 6 Fakta Tukang Gali Kubur Temukan Harta Karun Purbakala, Berat Emasnya Mencengangkan

3. Batu Nisan

Rupanya, batu sakral tersebut merupakan batu nisan dari seorang panglima perang wanita pengikut setia Pangeran Mangkubumi itu sendiri, yang bernama Panembahan Senopati Nyai Tuginah Wiro Atmojo, putri Tumenggung Wiro Atmojo.

“Itu cerita dari sesepuh yang paham soal kebatinan. Batu itu dipercaya adalah nisan pemberian Pangeran Mangkubumi sebagai penanda makam anak buahnya yang gugur,” ujar Tumin.

4. Pernah Ditumbuhi Pohon Sakral

Batu keramat tersebut sempat ditumbuhi pohon wawungan yang juga dikeramatkan oleh warga sekitar. Dulu, sempat ada warga sekitar yang mengambil sebagian batang kayu dari pohon itu untuk membuat gagang cangkul.

Tetapi, setelah mengambil kayu itu, warga tersebut jatuh sakit. Warga sekitar yang khawatir akan tertimpa kejadian yang tidak-tidak, akhirnya mengembalikan batang kayu itu ke lokasi awal.

Saat ini, pohon wawungan itu sudah lapuk dimakan usia. Sampai sekarang juga tidak ada warga sekitar yang berani menggunakan batang pohon itu sebagai kayu bakar. Pohon dibiarkan teronggok di seberang jalan.

5. Jadi Objek Wisata

Saat ini warga sekitar mengembangkan gua persembunyian Pangeran Mangkubumi menjadi objek wisata baru. Rumornya, gua yang terebengkalai selama puluhan tahun itu mampu menampung warga sekampung.

“Gua ini memiliki sejarah terkait asal usul dari Kabupaten Sragen. Gua ini menjadi tempat persembunyian Pangeran Mangkubumi dari kejaran pasukan Belanda. Supaya situs bersejarah ini tidak hilang dimakan usia, kami akan merawatnya dan mengelolanya menjadi objek wisata baru. Harapannya, objek wisata itu nanti bisa berdampak baik bagi perekonomian warga sekitar,” jelas Suroto, tokoh masyarakat desa setempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini