Mahfud Sebut Satgas BLBI Identifikasi Jutaan Hektare Aset Tanah Milik Obligor

Felldy Utama, iNews · Selasa 21 September 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 337 2474608 mahfud-sebut-satgas-blbi-identifikasi-jutaan-hektare-aset-tanah-milik-obligor-SmZfCNDou3.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyampaikan perkembangan terbaru terkait upaya Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Perkembangan tersebut disampaikan Mahfud bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di kantor Kemenkopolhukam, Selasa (21/9/2021).

Mahfud memastikan, Satgas BLBI terus berjalan terus dan perkembangannya sudah menunjukkan hal yang cukup baik. Dalam perkembangan terbarunya, kata dia, Satgas telah berhasil mengidentifikasi aset milik obligor.

"Sudah mengidentifikasi aset dalam bentuk tanah dan sebagian itu 15 juta, 2 hektare. Yang 5,2 juta hekatare sudah kita kuasai langsung kembali, dan nanti akan segera masuk di dalam proses sertifikasi atas nama negara," kata Mahfud dalam keterangannya di jumpa pers.

Baca juga:  Satgas BLBI Panggil 2 Taipan Baja, Thee Ning Khong dan The Kwen Le

Tak hanya itu, selain identifikasi aset, Satgas BLBI juga telah melakukan proses pemanggilan kepada para obligor tersebut. Dalam pemanggilan ini, Satgas berhasil menagih serta mengindentifikasi utang mereka.

"Kemudian utang-utang dalam bentuk uang, dalam bentuk rekening, dalam bentuk pengakuan itu ya jalan. Buktinya mereka yang dipanggil hampir semuanya merespon. Ada yang langsung oke saya bayar, ada yang mungkin utangnya gak segitu nilainya kalau sekarang," ujarnya.

Baca juga:  Obligor BLBI Meninggal Dunia, Utangnya ke Negara Lunas?

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan kepada para obligor untuk kooperatif apabila mendapat pemanggilan dari Satgas BLBI. Bahkan, kata dia, pemerintah akan memberikan tindakan serius kepada mereka yang mencoba mangkir dari pemanggilan.

"Pokoknya datang aja. Karena kalo gak datang, karena kita sudah punya dokumen, akan dikejar dan akan ditempuh jalur hukum," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini