Kemenkes: Gelombang Ketiga Covid-19 Bisa Terjadi Jika Aktivitas Masyarakat Tidak Diimbangi Prokes

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 21 September 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 337 2474571 kemenkes-gelombang-ketiga-covid-19-bisa-terjadi-jika-aktivitas-masyarakat-tidak-diimbangi-prokes-pUR0hF5KJa.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengingatkan agar tetap waspada potensi terjadinya gelombag ketiga Covid-19. Hal ini terjadi jika mobilitas ataupun aktivitas masyarakat tidak diimbangi dengan protokol kesehatan (prokes).

Nadia pun mengingatkan hal ini terjadi seperti di Amerika juga Eropa. Meskipun, vaksinasi sudah masif namun ketika mobilitas tidak diimbangi dengan prokes maka akan terjadi gelombang Covid-19 lagi.

“Ya, jadi sangat memungkinkan ya pola yang terjadi bahkan di Amerika dan juga di Eropa yang saat ini mereka juga sedang menghadapi gelombang ketiga ya,” ungkap Nadia dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).

Selain itu, Nadia juga mengatakan di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura pun masih terjadi kenaikan kasus Covid-19. Bahkan, di dua negara tersebut belum menyelesaikan gelombag kedua Covid-19.

“Kemudian Malaysia, Singapura juga sebenarnya belum menyelesaikan gelombang keduanya ya. Jadi, sebenarnya kita lebih dulu untuk menyelesaikan gelombang kedua, untuk kemudian menurunkan laju penularan keduanya. Nah, artinya (gelombang ketiga) sangat memungkinkan ya,” kata Nadia.

“Apalagi tadi ya, di negara-negara kita-kita ini masih sangat tinggi kasusnya. Nah itu sangat berpotensi untuk kemudian bisa berkontribusi pada peningkatan kasus di Indonesia. Karena kita tahu ya, sudah dekat sekali seperti Malaysia dan Singapura itu,” tambahnya.

Oleh karena itu, Nadia mengingatkan agar protokol kesehatan dilaksanakan dengan disiplin sejalan dengan aktivitas masyarakat yang mulai dibuka. “Tapi kembali lagi kita harus ingat bahwa selain protokol kesehatan tetap kita laksanakan, ditambah tadi penggunaan aplikasi teknologi Pedulilindungi, kemudian upaya untuk mendorong testing yang lebih masif juga harus dijalankan walaupun kita tahu kasusnya sudah sangat menurun.”

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini