Kemenkes Sebut Proses Vaksinasi Sempat Terhambat karena Banyaknya Hoaks

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 21 September 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 337 2474567 kemenkes-sebut-proses-vaksinasi-sempat-terhambat-karena-banyaknya-hoaks-oaDRzVoVvT.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

"Batasan yang paling gedenya yang gak boleh dilanggar itu kita (orang tua) cari. Misalnya untuk anak 3 tahun rekomendasi dari WHO itu screentime berapa lama. Misalnya 2 jam, itu kita perlu tetapkan dulu. dalam satu hari kamu (anak) boleh 2,5 atau 3 jam. Dua jam sudah digunakan untuk belajar online, setengah jam lagi kamu mau gunakan untuk apa?. Sehingga anak merasa dilibatkan dalam keputusan ini,” ujarnya.

Koordinator Nasional Japelidi Novi Kurnia juga memaparkan data dari We Are Social Social Digital report 2021. Bahwa pengguna internet di Indonesia didominasi laki-laki (50,3% dibandingkan perempuan (49,7%). Bahkan literasi untuk perempuan diusia diatas 15 tahun lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Namun berdasarkan penelitian Jaringan Pegiat Literasi Koordinator Nasional (Japelidi) di 18 wilayah di Indonesia, perempuan lebih tinggi banyak mengisi ruang internet (55,7%) dibandingkan laki-laki (44,3%).

"Perempuan disini berhak menjadi subjek dari literasi digital bukan menjadi objek, berhak berparisipasi dan berkolaborasi dengan mematikan hak-haknya dalam menggunakan digital dan meminimalisir kesenjangan digital terutama dalam meningkatkan kompetensi kritis,” ujar Novi Kurnia.

Menurut Novi, terdapat empat pilar bagi perempuan untuk cakap bermedia digital. Pertama, perempuan harus optimalkan internet untuk diri dan sesama. Kedua, perempuan mempunyai hak digital setara dengan laki-laki. Ketiga, perempuan sebagai panutan dalam berinternet. Keempat perempuan jaga aman diri, keluarga dan orang lain.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini