Kronologi Napoleon Masuk ke Sel untuk Lumuri Kotoran Manusia dan Aniaya Kece

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 21 September 2021 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 337 2474437 kronologi-napoleon-masuk-ke-sel-untuk-lumuri-kotoran-manusia-dan-aniaya-kece-JLpzSHWafV.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkap kronologi kasus dugaan penganiayaan hingga pelumuran kotoran manusia ke Muhamad Kosman alias Muhammad Kece, di Rutan Bareskrim Polri.

Dari hasil penyidikan sementara, Napoleon bisa masuk ke dalam sel tahanan Kece setelah melakukan penukaran gembok. Kunci itu merupakan milik dari "ketua RT" atau tahanan di Rutan Bareskrim Polri.

"Diganti dengan gembok milik ketua RT atas permintaan NB, makanya mereka bisa mengakses (kamar sel). Ketua RT-nya napi juga inisial H alias C," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Napoleon tak sendiri. Ia mengajak tiga tahanan lainnya untuk menyambangi ruang tahanan dari Kece yang merupakan tersangka kasus dugaan UU ITE dan penodaan agama. Kejadian itu terjadi saat tengah malam.

"Diawali masuknya NB (Napoleon Bonaparte) bersama tiga napi lainnya ke dalam kamar korban MK pada sekitar pukul 00.30," ujar Andi.

Baca Juga: Ini Tampang M Kece Usai Dianiaya Napoleon Bonaparte, Wajahnya Lebam

Saat masuk ke dalam sel Kece, Napoleon meminta tahanan lainnya untuk mengambil plastik putih yang disinyalir sudah disiapkan atau berisikan kotoran manusia. Saat itu, wajah dan tubuh Kece langsung dilumuri tinja.

Usai dilumuri kotoran manusia, Kece pun diduga langsung dipukuli oleh Napoleon. Dari rekaman CCTV atau kamera pemantau, peristiwa itu berlangsung sekira satu jam.

"Oleh NB kemudian korban dilumuri dengan tinja pada wajah dan bagian badannya. Dari bukti CCTV, tercatat pukul 01.30, NB dan 3 napi lainnya meninggalkan kamar sel korban," ucap Andi.

Tersangka kasus dugaan UU ITE dan penodaan agama Muhamad Kosman alias Muhammad Kece diduga dianiaya oleh eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

Dalam hal ini, Kece telah melakukan pelaporan terhadap penganiayaan tersebut. Laporan itu teregister dengan Nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim pada 26 Agustus 2021.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini